Istri Tidak Bijak Bermedsos, Selain Eks Dandim Kediri, 7 Prajurit TNI AD Dihukum -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Istri Tidak Bijak Bermedsos, Selain Eks Dandim Kediri, 7 Prajurit TNI AD Dihukum

Monday, 14 October 2019

"Sampai dengan hari ini Angakatan Darat (AD) sudah memberikan sanksi kepada 7 orang anggota TNI AD."

PAWARTANUSANTARA.COM - Bukan hanya Kolonel Hendi Suhendi (HS) saja yang dihukum karena istrinya tidak bijak dalam bermedia sosial. Total ada 7 prajurit TNI AD yang dihukum serupa dengan eks Dandim Kendari itu.

"Sampai dengan hari ini Angakatan Darat (AD) sudah memberikan sanksi kepada 7 orang anggota TNI AD," ujar KSAD Jenderal Andika Perkasa di Mabes TNI AD, Jl Veteran, Jakarta Pusat, dailansir detik.com, Selasa (15/10/2019).

Dua dari 7 orang itu adalah Kolonel HS dan Serda J, yang dicopot dari jabatannya serta ditahan 14 hari lantaran masing-masing istrinya membuat postingan nyinyir soal penusukan Wiranto. Kemudian ada juga prajurit dari Korem Padang, Kodim Wonosobo, Korem Palangkaraya, Kodim Banyumas, dan Kodim Mukomuko, Jambi. Salah satu di antaranya dihukum karena yang bersangkutan sendiri yang melakukan kesalahan di media sosial, bukan istrinya.

"Jadi yang di korem Padang adalah prajurit kepala itu tamtama, kemudian yang di Kodim Wonosobo itu kopral dua tamtama juga, kemudian yang di Korem Palangkaraya itu Sersan Dua bintara, Kodim Banyumas ada sersan dua, dan di kodim Mukomuko di Jambi itu adalah kapten," jelas Andika.

Hukuman yang diterima 7 prajurit itu pun berbeda-beda. Kasusnya pun umum, bukan hanya postingan soal penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto.

"Kepada mereka kita lepas dari jabatannya, karena ini memang satu konsekuensi dan pada mereka juga kita jatuhi hukuman disiplin militer. 

Selain kepada 1 orang adalah berupa penahanan ringan maksimal 12 hari. Tapi kepada 1 orang karena yang bersangkutan sendiri yang menyalahgunakan sosial media kita jatuhi tetap hukuman disiplin militer, tapi penahanan berat maksimal 21 hari," tutur Andika.

Andika menjelaskan, hukuman disiplin militer dijadikan dasar untuk menjaga karier para prajuritnya. Jika menggunakan peradilan militer, maka mereka berpotensi akan dikeluarkan dari TNI.

"Dari tujuh orang ini, enam yang diberikan hukuman disiplin militer karena tidak menjaga dan tidak melakukan perintah sesuai yang diperintahkan sejak tahun lalu untuk menjaga keluarga dan ada satu orang yang dirinya sendiri melakukan penyalahgunaan makanya hukuman disiplin militer," urainya.

"Hukuman disiplin artinya tetap kami memberikan kesempatan, kami tetap memberikan penghargaan terhadap kinerjanya selama ini, kami tetap berharap yang bersangkutan bisa memperbaiki diri. Jadi satu orang yang kita hukum karena kelakuannya sendiri, dah hukuman disiplinnya lebih berat sedikit. 6 Orang itu yang istrinya," tambah Andika.

Untuk 7 prajurit yang dihukum itu, TNI AD tidak langsung memberikan jabatan baru, termasuk Kolonel HS. Itu dilakukan agar mereka bisa belajar dari pengalamannya.

"Mereka yang dilepas jabatan itu sementara tidak kita berikan jabatan, hukuman disiplin ini sebetulnya memberikan kesempatan pada mereka. Kita ingin lihat apakah ada perbaikan," kata Andika.