BLANTERWISDOM101

KPK Terus Kembangkan Kasus Suap, Di Kabupaten Lampung Utara

Mengarah beberapa lokasi bukan hanya membawa sejumlah berkas, team KPK juga menuju kerumh saudara Yuliuaz mantan Kabid Bina Marga PUPR Lampura sekitar pukul 19.31 WIB. Saat terlihat pantauan dari awak media online Pawarta Nusantara.com.

PAWARTANUSANTARA.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus mengembangkan kasus suap yang melibatkan bupati Lampung Utara (Lampura) Agung Ilmu Mangkunegara. KPK yang kembali datang ke Kota Bumi Lampura pada Rabu (09/10/2019). 

Mengarah beberapa lokasi bukan hanya membawa sejumlah berkas, team KPK juga menuju kerumh saudara Yuliuaz mantan Kabid Bina Marga PUPR Lampura sekitar pukul 19.31 WIB. Saat terlihat pantauan dari awak media online Pawarta Nusantara.com.

Saudara Yuliaz merupakan mantan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas PUPR Lampura  jabatan awal mulai pada tahun 2014 hingga 2018. 

Selanjutnya Team Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) tiba dirumah saudara YULIAS.

Di jalan Waka Mego Satu, LK 07/ RT RT11 di Kelurahan Kota Alam, kecamatan Kota Bumi Selatan, di duga akan melakukan pemeriksaan  hingga berita ini diterbitkankan pukul 22.30.WIB.

Dari hasil pantauan media online PawartaNusantara.com berada dilokasi,  terlihat beberapa team anggota KPK, dan team ini dikawal oleh dua personil Brimob Polda Lampung, dengan menggunakan 3 kendaraan mobil parkir didepan jalan rumah Yuliaz,  warna hitam dan silver/abu, dan didamping polisi dari polres Lampura berpakaian biasa untuk menjaga  saat  team KPK  melakukan pemeriksaan di kediaman saudara Yuliaz di jalan Waka Mego Satu Lk 7 /Rt 11, di kelurahan Kota Alam kecamatan Kota Bumi Selatan.

Dan team komisi Pembrantas korupsi KPK enggan memberi tanggapan sedikit kepada wartawan,  saat usai melakukan pemeriksaan dirumah saudara Yuliaz di kelurahan kota Alam kecamatan Kotabumi Selatan LK 07 / RT 11.

Menurut info dari warga kepada media online, PawartaNusantara.com menerangkan bawah saudara Yuliaz kabid Bina Marga, tidak berada dirumah dan tak terlihat, hanyalah anak istri dan orang tuanya . ucap warga setempat, yang enggan disebut  namanya. (Apl)
Share This :

0 komentar