Terungkap Pembunuh Sadis Siswi Di Rokan Hilir, Dua Remaja Tanggung -->
DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Terungkap Pembunuh Sadis Siswi Di Rokan Hilir, Dua Remaja Tanggung

Friday, 4 October 2019

Pelaku pembunuhan terhadap siswi SMP di kebun karet di Rokan Hilir Riau akhirnya terungkap. Pelakunya merupakan dua remaja pria, (4/10/2019).

PAWARTANUSANTARA.COM - Sosok pembunuh siswi SMP yang mayatnya ditemukan di kebun karet Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Jumat (20/9/2019) lalu akhirnya terungkap. Tidak hanya satu, namun, siswi kelas IX SMP Negeri 4 Sintong, Kecamatan Tanah Putih itu dibunuh dua orang pelaku.

Dua tersangka pelaku pembunuhan terhadap gadis 15 tahun berinisial TP berhasil diungkap dan diringkus aparat Satuan Reskrim Polres Rokan Hilir (Rohil). Dua tersangka tersebut ternyata masih berusia belasan tahun masing-masing berinisial HFR alias Ng (19) dan HYP (18). Kedua pelaku merupakan warga Simpang 4 Sekeladi, Kepenghuluan Sekeladi Hilir, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rohil.

Wakapolres Rohil, Kompol James Rajaguguk didampingi KBO Reskrim Iptu R Ginting saat konferensi Pers di Mapolres Rokan Hilir, Kamis (3/10/2019) mengakui, butuh waktu mengungkap tersangka yang ditangkap Minggu (29/9/2019) tersebut.

Di hadapan Kapolres Rohil, AKBP Muhammad Mustofa SIK MSi, James membenarkan, butuh waktu sembilan hari bagi pihaknya mengungkap kasus menghebohkan itu. Kasus ini terungkap setelah polisi melacak akun Facebook dan ponsel milik korban yang ternyata dijual tersangka HFR kepada temannya, FM.

Dalam pengungkapan kasus itu, polisi juga mengamankan seorang pria berinisial FM alias E (19) sebagai penadah ponsel milik korban.

Hasil keterangan tersangka HYP, dia bersama tersangka HFR sudah merencanakan pembunuhan tersebut.

Kedua tersangka ini awalnya ingin memperkosa korban. “Jika melawan, maka dihabiskan saja nyawanya,” ujar Wakapolres meniru ucapan tersangka HYP.

Awalnya, tersangka HFR mengantar tersangka HYP dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Vega R BK 2938 ZR ke bengkel. Lalu, HFR menjemput korban di Simpang KM 2 Sintong, Kecamatan Tanah Putih. Keduanya sebelumnya sudah janji bertemu lewat Facebook.

“Sesuai dengan janji dari chatting-an FB, tersangka HFR dengan korban, akan diberi uang Rp 200 ribu apabila bertemu dengannya,” ungkapnya.

Setelah bertemu, tersangka HFR membawa korban ke bengkel. Begitu sampai, korban melihat ada HYP di sana, sehingga menolak untuk masuk.

Korban lalu pergi namun disusul. Saat menemukan korban, HYP langsung memeluk korban sampai terjatuh di perkebunan karet milik warga. Saat itulah HFR melakukan pemerkosaan, sementara HYP memegang tangan korban.

Saat giliran HYP melakukan pemerkosaan, korban melawan. Akhirnya tersangka HFR memukul tengkuk korban pakai kayu. Bahkan, mencekik leher korban dengan tangan kanannya.

Masih belum puas, HYP ikut mencekik leher korban dengan menggunakan kedua tangannya. Saat itu HFR memeriksa napas korban dengan cara meletakkan jari telunjuk tangan kanannya ke hidung korban.

Ketika itu korban sudah tidak bernapas lagi. Namun, HYP masih mendengar detak jantung korban saat meletakkan tangan kanannya di dada korban.


Mengetahui korban masih hidup, kedua tersangka kembali melakukan penganiayaan. Mereka mengikat celana panjang warna biru milik korban ke bagian leher korban. Lalu mereka menyeretnya sejauh sekitar enam meter.

Kedua tersangka kembali memeriksa detak jantung korban. Ternyata sudah tidak berdetak lagi. Melihat korban telah meninggal dunia, tersangka HFR membuang sandal milik korban. Sedangkan HYP mengambil ponsel milik korban jenis Lenovo warna hitam dan memberikannya kepada HFR.

Selanjutnya kedua tersangka meninggalkan korban. Lalu, Haris menjual ponsel milik korban seharga Rp 150 ribu kepada tersangka FM.

Kedua Tersangka Terancam Pidana Mati. Atas perbuatannya, tersangka HFR dan tersangka HYP dijerat Pasal 340 juncto 365 ayat 3 KUHPidana dan Pasal 80 ayat 3 dan Pasal 81 ayat 1 junto Pasal 76E UU Nomor 35 tahun 2004 tentang perlindungan anak. “Kedua tersangka ini bisa terancam hukuman mati atau setidaknya hukuman penjara seunur hidup,” ungkapnya.

Satu tersangka lagi FM, dijerat dengan Pasal 480 ayat 1 KUHPidana tentang Penadahan.