BLANTERWISDOM101

Tidak Tahan dan Melahirkan Ditepi Jalan, Ada Riwayat Mudah Melahirkan

Buah hati Yati berjenis kelamin perempuan, beratnya 3,8 kilogram. Sorak sorai serta keriuhan warga tiba-tiba terjadi setelah bayi tersebut lahir dalam keadaan selamat, (7/10/2019).

PAWARTANUSANTARA.COM - Kondisi jalan yang rusak membuat perjalanan Yati (28) menuju poskesdes di dusun tetangganya tak berjalan mulus.

Warga Gunung Singkup, Dusun Desa, Desa Bojongkondang, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat itu pun tak tahan lagi.

Ia terpaksa harus melahirkan anak keduanya di tepi jalan desa yang rusak, Jumat (4/10) kemarin. Momen itu berawal pada Jumat subuh saat Yati sudah merasa mulas.

Dukun beranak beserta sanak keluarganya berkumpul di rumahnya, Gunung Singkup, Dusun Desa, Desa Bojongkondang, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

"(Keluarga) memutuskan bersama paraji (dukun beranak), (Yati) dibawa ke Poskesdes (pos kesehatan desa)," ujar Kepala Puskesmas Langkaplancar, Yana Taryana, Sabtu (5/10).

Menggunakan sepeda motor sang suami, Yati pun diantar menuju Poskodes yang terletak di dusun tak jauh dari dusunnya.

Baru berjalan sekitar 1,5 kilometer, mules yang dialami Yati semakin hebat. Sampai-sampai suami tak tega melanjutkan perjalanan lantaran kondisi jalan rusak.

Sang suami kemudian menggendong Yati rebah di rerumputan tepi jalan.
Sang suami kebingungan.

Ia tidak paham apa yang mesti dilakukan terhadap sang istri yang sudah berteriak-teriak ingin melahirkan. 

Dukun beranak dan keluarganya tak mengikuti Yati dan sang suami. Sebab, mereka sedang menyiapkan tempat di rumah Yati untuk sang bayi ketika sudah lahir.

Tiba-tiba, ada seorang ibu yang melintas di jalan itu. Ia kemudian turut membantu menenangkan Yati.

Rupanya, kelahiran sang buah hati sudah di depan mata. Akhirnya, dengan bantuan ibu-ibu yang tak dikenalnya, Yati menjalani proses persalinan di tepi jalan rusak tersebut.

Warga yang datang semakin banyak. Mereka menaruh simpati. Mereka kemudian ikut membantu kelancaran proses persalinan itu dengan menutup lokasi persalinan dengan kain seadanya.

Bahkan, kain yang digunakan tidak dapat menutup proses persalinan seluruhnya. Kain itu mungkin hanya menutupi satu sisi saja. 

Beruntung, dukun beranak tiba di lokasi. Selain itu, bidan desa yang dikabari warga juga datang untuk membantu proses persalinan.

"(Tapi, setelah mereka datang), posisi bayi sudah di luar," ujar Yana. Dukun beranak dan bidan desa pun hanya kebagian tugas memotong talu pusar sang bayi.

Buah hati Yati berjenis kelamin perempuan, beratnya 3,8 kilogram. Sorak sorai serta keriuhan warga tiba-tiba terjadi setelah bayi tersebut lahir dalam keadaan selamat.

Yana mengatakan, Yati memang memiliki riwayat mudah bersalin. Anak pertamanya pun lahir dengan proses persalinan yang mudah.

"Riwayat anak pertamanya juga begitu, tak lama setelas mulas langsung keluar. Mudah bersalin," jelas Yana.  
Share This :

0 komentar