BBM Subsidi Pembeliannya Wajib Menggunakan Fuel card -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

BBM Subsidi Pembeliannya Wajib Menggunakan Fuel card

Tuesday, 26 November 2019

Setiap harinya, konsumen hanya diberikan kuota dalam jumlah tertentu, (26/11/2019).

PN.COM, Kabupaten Belitung - Untuk Desember 2019 mendatang pembelian bahan bakar minyak bersubsidi di Kabupaten Belitung Timur dan Profensi Kepulauan Bangka Belitung wajib menggunakan Fuel Card. 

Setiap harinya, konsumen hanya diberikan kuota dalam jumlah tertentu untuk membeli bensin, solar dan BBM bersubsidi lainnya di SPBU dan APMS.

Transaksi pembayarannya pun tidak lagi menggunakan tunai, namun cukup dengan mengesekkan Fuel Card, layaknya kartu debit atau ATM. Saldo bisa diisi di bank yang ditunjuk untuk menjadi rekanan.

 Dalam Rapat Koordinasi Pendistribusian BBM Jenis Tertentu di Ruang rapat Bupati Beltim, Senin (25/11/19), Sales Branch Manager Pertamina Unit Palembang Satrio Wibowo Wicaksono mengungkapkan pemberlakuan aturan pembelian BBM bersubsidi melalui fuel card akan dimulai pada 2 Desember 2019 mendatang. Bagi konsumen yang berminat bisa melakukan registrasi untuk memproleh kartu di kantor UPT Samsat.

“Aturan ini bukan dari Pertamina tapi dari Pemerintah Provinsi. Aturan merupakan replikasi dari yang sudah dilakukan di Batam, dan daerah-daerah lain di Indonesia,” ungkap Satrio.

Aturan bertujuan untuk mengendalikan penyaluran BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran, terutama untuk jenis solar dan premium yang marak penyalahgunaan.

 “Pemilik kendaraan tinggal datang ke Samsat terdekat, bawa STNK, dan isi formulir registrasi. Kalau lolos verifikasi dia langsung dapat kartu Fuel Card, namun syaratnya plat nomornya harus ‘BN’ dan sudah lunas membayar pajak,” jelas Satrio.  

 Satrio menambahkan jatah atau kuota akan diberlakukan setiap hari. Untuk sepeda motor akan diberikan jatah 5 premium liter dan mobil pribadi 20 liter. Sedangkan untuk mobil angkutan umum atau barang diberikan jatah 30 liter.

 Jenis solar bersubsidi setiap kendaraan pribadi diberikan 20 liter, 30 liter untuk kendaraan umum dan angkutan barang dan 60 liter untuk mobil angkutan barang dengan lebih dari 4 roda.

 “Pembatasan atau penggunaan kartu hanya khusus BBM bersubsidi. Untuk pertamax atau pun pertalite bebas pembeliannya, tanpa perlu menggunakan kartu,” ujar Satrio.

Yuslih Ihza Bupati Beltim, mengatakan sebelum diterapkan aturan akan terlebih dulu disosialisasikan ke pemilik SPBU dan APMS serta pihak terkait. Ia memperkirakan jadwal penerapan baru akan efektif dilaksanakan di Kabupaten Beltim pada 14 Desember mendatang.

“Kalau untuk di Pulau Bangka awal Bulan Desember. Kita (Pulau Belitung-red) setelah itu, nantikan dikaji dulu aturan baru ini kendalanya di mana saja. Yang jelas kita hargai niat baik Pak Gubernur,” kata Yuslih.  

Yuslih pun menyambut baik ada terobosan dalam pendistribusian BBM bersubsidi. Ia mengaku optimis dan berharap subsidi akan lebih tepat sasaran serta lebih banyak dinikmati masyarakat.

 “Mudah-mudahan dengan adanya aturan ini kelangkaan solar ataupun bensin yang selama ini susah akan lebih mudah didapat, sehingga tidak lagi ada antrean panjang di SPBU dan kelangkaan karena hanya dinikmati oknum tertentu,” kata Yuslih.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Beltim Rohalba menekankan perlu adanya penambahan tempat penyimpanan BBM, baik subsidi maupun non subsidi agar saat ada kendala di lapangan tidak terjadi kelangkaan BBM di masyarakat.

  “Supaya distribusi BBM ke masyarakat lancar tidak ada kendala, terutama untuk solar subsidi dan bensin. Itu yang kerap jadi masalah selama ini,” kata Rohalba.Dan meminta agar Pertamina bisa menambah jumlah persediaan stok untuk penyimpanan BBM yang ada di jobber Pertamina.

“Kalau kondisi cuaca ekstrem atau pun ada kendala di pendistribusian tidak terjadi kelangkaan,” ujar Rohalba. (Diskominfo/sho)