Diduga dampak perceraian ortu: gadis manis nekat akhiri hidupnya, ditemukan tulisan menyayat -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Diduga dampak perceraian ortu: gadis manis nekat akhiri hidupnya, ditemukan tulisan menyayat

Sunday, 24 November 2019

Diduga nekat gantung diri akibat kurang kasih sayang dari orang tuanya, pasca menikah dengan janda beranak 4  (25/11/2019).

PN.COM, Simalungun -Sungguh nekat apa yang dilakukan seorang siswi SMA bernama Desi Suryaningsih (16), warga Huta IV, Nagori Pematang Kerasaan, Kecamatan Bandar, Simalungun, Sumut. Gadis manis yang masih berstatus pelajar ini ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya dengan cara gantung diri menggunakan tali pramuka, Sabtu (23/11/2019) pukul 18.35 WIB.

Desi nekat gantung diri akibat kurang kasih sayang dari orang tuanya, pasca menikah dengan janda beranak 4 (empat), korban nekat mengakhiri hidupnya. Hal ini diketahui dari tulisan tangan korban pada buku harian yang ditemukan didalam kamar tidur korban saat penemuan jasad korban. Didalam buku itu, tertulis ungkapan korban yang sangat menyayat hati. Desi merasa kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Dalam pesannya Desi juga meminta maaf dan mengaku akan pergi ke surga dengan tenang. 

Korban pertama sekali ditemukan Ayah dan kedua saudara tiri korban. Waktu itu RS (41) (ayah kandung korban) pulang dari kerjaan dan mendapati pintu kamar korban dalam keadaan terkunci. Lantas, RS bersama DW (16) dan FL (9) (saudara tiri) korban mencoba membuka pintu kamar tersebut. Namun tidak berhasil karena pintu kamar terkunci. Sambil terus mengetuk, FL akhirnya keluar rumah untuk mengintip dari jendela kamar.

Alangkah terkejutnya, FL mendapati saudara tirinya itu dalam keadaan tergantung didalam kamar. FL pun langsung berlari menjumpai RS kedalam rumah dan mengatakan bahwa kakak tirinya dalam keadaan tergantung di dalam kamar. Akhirnya, dibantu tetangganya Maruli Tua Situmorang (58), Robbi pun mendobrak pintu kamar anaknya itu dan mendapati anaknya sudah tidak bernyawa. Korban gantung diri dengan menggunakan seutas tali pramuka warna putih sepanjang lebih kurang 3,5 meter yang diikakan di langit-langit kamar. “Ketika ditemukan korban yang mengenakan baju kaos warna merah dan celana jeans pendek warna hitam, sudah tergantung di tiang penyangga di dalam kamar rumahnya dan ada kursi belajar yang digunakan sebagai pijakan sudah terguling.

Hasil pemeriksaan medis oleh Kepala Puskesmas Marihat Bandar, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan di tubuh korban. Korban murni gantung diri karena ada bekas jeratan tali di leher, lidah tergigit, dan ada kotoran di anusnya. Untuk itu keluarga korban mengiklaskan kematian korban dengan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi.

Desi memang menjadi remaja pendiam sejak kedua orangtua kandungnya berpisah. Gadis itu kerap menyendiri sejak sang ayah menikah lagi dengan seorang janda yang sudah memilik empat anak. Menyusul peristiwa itu, beberapa akun Facebook diduga teman Desi kemudian mengucapkan ucapan duka. Seperti dari DM "Innalillahi wa innailaihi rojiun Desi Surya Ningsih semoga kau tenang dsna ya syg,di terima segala amal dan ibadah mu,dan d tmpatkan engkau d sisi Allah SWT,buat kluarga yg d tnggalkan semoga tetap d beri kesabaran dan ketabahan"