Dua Penghargaan Kesehatan dan Pendidikan di terima Belitung Timur -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Dua Penghargaan Kesehatan dan Pendidikan di terima Belitung Timur

Friday, 29 November 2019

PN.COM, Jakarta, Diskominfo Beltim - Kabupaten Belitung Timur menyabet dua penghargaan Indeks Kelola 2019 untuk keunggulan dalam Kinerja dan Efektifitas Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dua penghargaan dari Katadata Insight Center itu meliputi Apresiasi Ketepatan Alokasi Bidang Pendidikan dan Apresiasi Ketepatan Alokasi Bidang Kesehatan.

Penghargaan pertama untuk Apresiasi Ketepatan Alokasi Bidang Pendidikan diserahkan oleh Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI Budi Santosa, mewakili Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian kepada Bupati Beltim Yuslih Ihza saat Malam Penganugerahan Indeks Kelola 2019 di Djakarta Teather XXI Sarinah Thamrin Jakarta, Kamis (28/11/19). Sedangkan untuk penghargaan ke dua, Apresiasi Ketepatan Alokasi Bidang Kesehatan diserahkan oleh Chief Operating Officer Katadata Ade Wahyudi.

Penyerahan penghargaan disaksikan oleh Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik dan tim penilai dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM serta ratusan undangan lainnya.

Chief Content Officer Katadata Heri Susanto mengungkapkan Indeks Kelola merupakan metode untuk mengukur kinerja dan Efektifitas Pengelolaan APBD untuk pembangunan daerah. Penilaian dilakukan dengan tiga komponen, yakni administratif, kuantitatif dan kualitatif.

"Komponen administratif didasarkan pada opini dari audit Badan Pemeriksa Keuangan RI dengan minimal memperoleh Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Sedangkan kualitatif dinilai dari inovasi dan terobosan kebijakan pemerintah daerah," jelas Heri.

Untuk komponen kuantitatif dibagi ke dua subkomponen yakni ketepatan dan pencapaian pertumbuhan sektoral. Penilaiannya berdasarkan analisis data dengan mengkelompokkan 508 Kabupaten/Kota di Indonesia ke dalam 4 kelompok menurut besaran APBD per kapita dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

"Dari komponen penilaian tersebut kita mendapatkan 64 Kabupaten/Kota dengan Indek Kelola Tertinggi. 64 daerah tersebut masuk dalam empat kategori yang dipilih KIC, yaitu pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan pembangunan ekonomi. Daerah-daerah itu memang melakukan banyak inovasi dan layak diapresiasi," ujarnya.

Kebijakan Pro Rakyat Kecil Berbuah Hasil.

Bupati Beltim Yuslih Ihza mengaku sangat senang dapat memperoleh penghargaan dari Katadata, apalagi bisa sampai mendapatkan dua penghargaan. Diakuinya ia tak menyangka sebelumnya inovasi dan kinerja Pemkab Beltim di bidang kesehatan dan pendidikan yang pro masyarakat kecil berbuah hasil.  

"Alhamdulillah senang. Aku gak nyangka bisa dapat dua, aku aja baru tahu pas akhir-akhir waktu nerima surat," kata Yuslih berseri-seri.

Adanya penghargaan menurut Yuslih akan membuat inovasi layanan dan kreatifitas pengelolaan APBD meningkat. Bukan hanya di Bidang Kesehatan dan Pendidikan, ke depan ia pun akan memprioritaskan APBD untuk menghasilkan aset bagi daerah.

"Seperti yang Pak Wamen Keuangan sampaikan tadi, yakni bagaimana APBD bisa menghasilkan aset. Bukan hanya aset fisik namun juga aset pembangunan manusia. Aset-aset inilah yang nanti dapat diturunkan dari generasi ke generasi," ujar Yuslih.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Bayu Priambodo, melalui Kepala Sub Bidang Perencanaan dan Pendanaan Irvan Jauhari menambahkan Kabupaten Beltim memperoleh penghargaan di bidang pendidikan lantaran anggaran pendidikan yang mencapai 25 persen lebih dari APBD. Selain itu pula, program beasiswa untuk perguruan tinggi bagi putra-putri daerah juga dinilai sangat bermanfaat.

"Keunggulan kita karena kita memberikan beasiswa kepada anak-anak didik kita lulusan SMA atau SMK. Setiap tahun sejak tahun 2012 kita memberikan beasiswa Rp 5 - 6 milyar setahun untuk beasiswa," ungkap Irvan.

Terkait penghargaan untuk bidang Kesehatan, kata Irvan hal itu diperoleh sebab alokasi anggaran kesehatan sudah jauh melampaui target pemerintah pusat, yakni 10 persen untuk kesehatan. Bahkan khusus untuk anggaran BPJS kesehatan bagi masyarakat kurang mampu dari tahun ke tahun terus meningkat.

“Salah satu keunggulannya adalah diberinya asuransi kesehatan, BPJS yang tiap tahun secara signifikan meningkat. Kita prioritas ke masyarakat miskin, tahun 2019 kita alokasikan Rp 22 milyar, tahun depan Rp 25 milyar.  Bappeda selaku perencana ingin seluruh masyarakat menikmati anggaran terutama di bidang pendidikan dan kesehatan,” ujar Irvan.

Selain Kabupaten Beltim, ada 8 Kabupaten/Kota di Indonesia yang memperoleh dua penghargaan, yakni Kabupaten Belitung, Kabupaten Sumbawa Barat Daya, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Banggai Laut, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Asmat dan Kota Sibolga. (*/Sho)