Entah apa yang ada dipikiran Iyus Sinting seorang YouTubers, Aniaya Kakek sendiri -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Entah apa yang ada dipikiran Iyus Sinting seorang YouTubers, Aniaya Kakek sendiri

Thursday, 21 November 2019

Meski tidak ada laporan dari pihak keluarga namun perkara ini tetap diproses. Korban juga akan divisum untuk melengkapi laporan, (21/11/2019).

PN.COM, Kendal - Yusminardi (22), warga Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, ditangkap polisi atas kasus dugaan penganiayaan terhadap kakeknya, Wasidi (65).

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Nanung Nugroho membenarkan penangkapan tersebut. Yusminardi kini masih diperiksa intensif atas perbuatannya. Yusminardi merupakan seorang youtuber dengan akun Iyus Sinting dan memiliki 10 ribu subscriber.

“Benar kita amankan, sedang diperiksa,” kata Nanung ditemui di kantornya, Kamis (21/11/2019).

Nanung mengatakan, meski tidak ada laporan dari pihak keluarga namun perkara ini tetap diproses. Korban juga akan divisum untuk melengkapi laporan.

“Lukanya (korban) ringan, tapi nanti tetap kita visum. Hasil pemeriksaannya (pelaku) nanti akan saya sampaikan,” jelas Nanung.

Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan di ruang Unit PPA Satreskrim Polres Kendal. Polisi masih belum mengungkap motif Yusminardi menganiaya kakeknya.

Namun menurut informasi yang diperoleh, Yusminardi menganiaya kakeknya hanya karena memberi makan ikan ke kolam dekat rumahnya.

Awal terungkapnya kasus ini dari video yang viral dan tersebar di media sosial sejak Rabu (21/11) malam. Dalam video berdurasi 30 detik, Yusminardi menghajar kakeknya.

Dalam video itu, Yusminardi yang mengenakan kaos hitam bercelana pendek memegangi tangan dan kaki korban kemudian menendang korban.

Sambil menendang, korban juga meneriaki dan memaki korban. Tak hanya menendang, pelaku juga menempeleng kepala korban sambil terus memakinya.

Berdasarkan pemeriksaan, polisi mengatakan video tersebut diambil pada Minggu 17 November lalu. Perekamnya merupakan sepupu pelaku.

Dalam pemeriksaan polisi, aksi penganiayaan ini dilakukan pelaku karena emosi.

Pelaku penganiayaan, Yusminardi, mengaku khilaf dan emosi karena saat mandi dan hendak gosok gigi ada pakan ikan yang masuk kedalam mulutnya karena bau amis dan jengkel. Pelaku kemudian mendatangi kakeknya dan langsung menendang dan memukulnya.

"Tersinggungnya ya itu tadi di bak mandi ada pelet lagi mandi, emosi jengkel masuk ke kamar. Saya sudah mandi terus gosok gigi itu dan makanan ikannya masuk ke mulut. Jadi agak risih, ikan itu kan sudah aku taruh di tempat lain tapi sama si mbah di masukan ke bak mandi. Saya khilaf dan menyesal,” katanya.

Kapolsek Limbangan, Iptu Agus Riyanto mengatakan kejadian penganiayaan dilakukan pelaku hari Minggu.

Keterangan korban bahwa emosi pelaku meluap karena kolam yang digunakan untuk mandi diberi pakan ikan oleh kakeknya.

Saat mandi ada pakan ikan yang masuk ke dalam mulut dan kemudian pelaku emosi dan marah hingga melakukan penganiayaan,” katanya.

Kapolsek menambahkan pelaku tidak mengetahui jika aksi penganiayaan kepada kakeknya direkam oleh sepupunya yang masih duduk di sekolah dasar.

Video tersebut dikirimkan ke orangtuanya namun justru tersebar dan menjadi viral.

"Pelaku dan korban akan dibawa ke Polres Kendal untuk dilakukan pemeriksaan. Soal proses hukumnya tergantung dengan Kapolres,” pungkasnya.

Korban sempat menangis dan memeluk cucunya saat polisi hendak memborgol dan dibawa ke unit penanganan perempuan dan anak polres Kendal.

Sang kakek meminta agar cucunya tidak dibawa, karena sudah mengikhlaskan dan memaafkan. Pelaku sendiri sudah sejak kecil ikut korban dan baru pulang bekerja di Malaysia.


Usai menjalani pemeriksaan di mapolsek Limbangan, pelaku dan korban dibawa ke unit PPA Polres Kendal untuk penanganan lebih lanjut.