Gempa magnitudo 7,1: 21 KK warga yang mengungsi kembali ke rumah

Advertisement

Loading...

Gempa magnitudo 7,1: 21 KK warga yang mengungsi kembali ke rumah

Tim Pawarta
Tuesday, 19 November 2019

7 hari, terhitung dari 15 November hingga 21 November 2019. Pos komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi juga telah diaktifkan dan beroperasi di Kantor BPBD Kota Ternate, (20/11/2019).

PN.COM, Kota Ternate - Setelah gempa dengan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Ternate pada beberapa waktu lalu, warga yang sempat mengungsi memutuskan kembali ke rumah mereka dan tidak ada lagi yang mengungsi.

Sebelumnya 21 KK mengungsi di halaman SMAN 11 yang berlokasi di dataran tinggi. Sejumlah warga tadi mengungsi hanya pada malam hari. Mereka khawatir dengan gempa susulan dan potensi bahaya tsunami. Sedangkan kerusakan pada tempat hunian, data BPBD setempat mencatat sejumlah perumahan, fasilitas perbankan dan fasilitas sosial mengalami kerusakan. 

Pemerintah daerah khususnya Kota Ternate telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 7 hari, terhitung dari 15 November hingga 21 November 2019. Pos komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi juga telah diaktifkan dan beroperasi di Kantor BPBD Kota Ternate, terkait upaya taktis operasional telah didirikan pos lapangan di Kantor Camat Batang Dua yang ada di Pulau Mayau. 

Merespon penanganan darurat di lapangan, BNPB memberikan dukungan dana siap pakai (DSP) sebesar Rp 250 juta. Selain itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB juga memberikan bantuan logistik kebutuhan dasar kepada BPBD Kota Ternate dan Provinsi Maluku Utara. Bantuan tersebut berupa food item dan non-food item.  

Selama berada di lokasi terdampak, TRC mencatat beberapa kendala dalam upaya penanganan, seperti transportasi laut yang terbatas dan cuaca yang tidak menentu, jaringan komunikasi dan juga anggaran pemerintah daerah setempat jelang akhir tahun.

Belajar dari kejadian gempa yang terjadi pada 14 November 2019, pukul 23.17 WIB itu, penyiapan sistem peringatan dini serta rambu dan jalur evakuasi, khususnya di Kecamatan Batang Dua (Pulau Mayau) menjadi salah satu rekomendasi TRC BNPB. Di samping itu, upaya edukasi kepada warga setempat untuk membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi bahaya gempa dan tsunami.