Lumajang, Sempat pindah-pindah tempat: meregang nyawa, akibat sabetan benda tajam -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Lumajang, Sempat pindah-pindah tempat: meregang nyawa, akibat sabetan benda tajam

Monday, 18 November 2019

Korban dibunuh karena isu dukun santet, (19/11/2019).

PN.COM - Masyarakat Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung dikejutkan dengan terbunuhnya seorang pria yang diduga memiliki ilmu santet. Mursam (64), warga yang identitasnya berpindah-pindah ini meregang nyawa usai dibunuh orang tak dikenal, Ahad (17/11) kemarin.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Mursam meninggal dunia akibat sabetan benda tajam di bagian bahu dan bagian kepala. Korban meninggal akibat kehabisan darah. 

Dari keterangan pihak kepolisian, bermula dari empat tahun yang lalu, Mursam tinggal di rumah H. Ismail. Namun tak berselang lama, H. Ismail meninggal dunia sehingga keluarga pun mengusir Mursam dari rumah duka.

Sempat tidur di gubuk penarikan amal, Mursam pun akhirnya menumpang di rumah H. Husen di Desa Kalidilem kurang lebih 6 bulan. Namun tiba-tiba H. Husen meninggal dunia. Setelah 40 hari kematian H. Husen, Mursam pun meninggalkan Desa Kalidilem.

Setelah diusir oleh warga Desa Kalidilem kurang lebih selama 4 tahun, korban kembali ke desa tersebut lantaran ada kerabatnya yang meninggal. Setelah mengikuti tahlilan di malam hari, korban cangkrukan (begadang-red) dengan beberapa warga.

Saat begadang tersebut, dirinya pamit ke belakang untuk ke kamar mandi. Namun kejadian janggal pun mulai terjadi, di mana korban tak kembali lagi ke tempat tersebut. Benar saja, sekitar pukul 22.45 WIB (Sabtu, 16/11), dirinya ditemukan meninggal dunia di tengah jalan desa dekat tempat tahlilan kerabatnya tersebut dengan luka akibat senjata tajam di leher dan pundak. 

Tak berselang lama, Tim Cobra Polres Lumajang pun datang ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad korban dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Kapolres Lumajang AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban mengatakan, dari keterangan yang diperoleh di TKP dan beberapa saksi, korban meninggal dunia lantaran dibunuh orang tak dikenal. 

“Korban dibunuh karena isu dukun santet. Sebagian besar warga Desa Kalidilem meyakini Marsam memiliki ilmu hitam karena beberapa tahun yang lalu beberapa warga meninggal karena korban menginap di rumahnya," katanya.

Kapolres menyayangkan kejadian main hakim sendiri masih terjadi. Meski demikian, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait tewasnya korban tersebut. 

"Seharusnya kita tak boleh menghakimi orang lain sebagai dukun santet. Apalagi tak ada fakta yang konkret yang mengatakan dia adalah dukun santet. Di samping itu saat ini peradaban sudah sangat maju serta modern. Sudah sepatutnya pola pikir masyarakat juga ikut berkembang dan harus sesuai dengan logika,” katanya.

“Ini menjadi tanggung jawab kami untuk mengungkapnya. Pelaku pembunuhan akan kami cari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kita tidak boleh main hakim sendiri, apalagi sampai menuduh sebagai dukun santet,” tambahnya.

Selain itu, Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra mengatakan, ditemukan adanya beberapa luka di tubuh korban.

“Dari olah TKP yang kami lakukan, ditemukan adanya dua luka yang ada di tubuh korban. Keduanya adalah luka potong pada leher sebelah kiri serta luka potong pada pundak sebelah kiri," pungkasnya.