Majlis Ta'lim Miftahul Fallah Sukarata, peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H

Advertisement

Advertisement

Loading...

Majlis Ta'lim Miftahul Fallah Sukarata, peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H

Tim Pawarta
Saturday, 23 November 2019

Peringatan Maulid yang ditandai dengan pembacaan Ayat suci Al-QUran, (23/11/2019).

PN.COM, Purwakarta - Kapolres Purwakarta AKBP  Matrius SIK MH menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, Sabtu (23/11/2019) yang diselenggarakan oleh Majlis Ta'lim Miftahul Fallah Sukarata Atas Kelurahan Cipaisan Kecamatan Purwakarta kabupaten Purwakarta dan Aliansi Mahasiswa Masyarakat Purwakarta.

Selain itu nampak hadir Para Ustad dan  Pemerintahan setempat Lurah Cipaisan, Babinsa dan Babinkamtibmas, Bupati Purwakarta yang diwakili oleh  Kabag Kesra Kabupaten Purwakarta dan Kepala Bidang Kepemudaan Ahmad Arif Disporaparbud, Anggota DPRD Purwakarta Agus Sugiarto dari Partai PAN juga terlihat hadir bersama Ratusan tamu undangan lainnya.

Peringatan Maulid yang ditandai dengan pembacaan Ayat suci Al-QUran, dilanjutkan dengan Tausiah yang di Paparkan oleh Al Ustad Almukarom Enjang Muhyidin Abdul Jabbar yang akrab di sebut Ustad Rawing Pemilik Ponpes Al Athos Cianting.

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius SIK MH menyampaikan dalam Sambutannya, tanggal 12 Rabiul Awal 1441 H, seluruh kaum muslim merayakan maulid Nabi Muhammad SAW, tidak lain merupakan warisan peradaban Islam yang dilakukan secara turun temurun.

“Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenang akan keteladanan Nabi Muhammad sebagai pembawa ajaran agama Islam.” ujarnya

Sudah saatnya bagi kita untuk mulai memahami dan memperingati Maulid secara lebih mendalam dan fundamental, sehingga kita tidak hanya memahami dan memperingatinya sebatas sebagai hari kelahiran sosok nabi dan rasul terakhir yang sarat dengan serangkaian ritual-ritual sakralistik-simbolik keislaman semata, namun menjadikannya sebagai kelahiran sosok pemimpin.

“Bukan menjadi rahasia lagi bila kita sedang membutuhkan sosok pemimpin bangsa yang mampu merekonstruksikan suatu citra kepemimpinan dan masyarakat sosial yang ideal, egaliter, toleran, humanis dan nondiskriminatif, sebagaimana dilakukan Muhammad untuk seluruh umat manusia.” ujar AKBP Matrius SIK MH.