Pemanfaatan Palapa Ring untuk mendukung Mitigasi Bencana di Indonesia

Advertisement

Advertisement

Loading...

Pemanfaatan Palapa Ring untuk mendukung Mitigasi Bencana di Indonesia

Tim Pawarta
Friday, 15 November 2019

Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang menjangkau 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer. 

PN.COM – Pemanfaatan Palapa Ring dapat mempercepat penanganan kebencanaan seperti mitigasi bencana, pasca bencana, maupun peringatan dini (early warning system). Dengan adanya Palapa Ring akan membuat akses internet tetap hidup ketika terjadi bencana, sehingga menjamin tidak terganggunya akses kepada masyarakat. Tujuannya agar dapat mengurangi dampak sebelum dan sesudah bencana.

Hal tersebut disampaikan Assisten Deputi Telematika dan Utilitas Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Eddy Satria dalam Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk “Pemanfaatan Palapa Ring Untuk Mendukung Mitigasi Bencana di Indonesia”, yang digelar di Ruang Abu Bakar Jaar, Balaikota Aia Pacah, Kota Padang, Kamis (14/11).

Selain Assisten Deputi Telematika dan Utilitas Kemenko Perekonomian, Eddy Satria, dalam kegiatan Focus Group Discussion yang dimoderatori oleh Kepala Bidang Utilitas Kemenko Perekonomian, Masduki, juga menghadirkan narasumber sebagai keynote speaker, yaitu : Kadiv Insfrastruktur Backbone Badan Aksesabilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), M.Feriandi Mirza, Direktur Wholesale & International Service TELKOM, Edwin Aristiawan. Dan dari BNPB di wakili oleh Direktur Kesiapsiagaan, Bambang Surya Putra, serta Sekretaris BPBD Kota Padang, Hendra Mardhi. 

Dalam kesempatan tersebut Assisten Deputi Telematika dan Utilitas Kemenko Perekonomia,  menjelaskan bahwa Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang menjangkau 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer. 

“Kita harus memanfaatkan teknologi, di era IOT, bukan hanya e-commerce saja,  tetapi keselamatan jiwa manusia justru harus di utamakan. Bagaimana menginformasikan kepada masyarakat melalui radio, tv, atau handset setiap kejadian bencana,”jelas Eddy Satria.

Permasalahannya,  lanjut Eddy Satria terkait penanggulangan bencana di Indonesia masih cukup kompleks, mulai dari belum akuratnya prediksi dan informasi bencana yang sedang atau akan terjadi. Namun  hal ini dapat diatasi melalui pemanfaatan Palapa Ring yang telah beroperasi dan menjangkau seluruh kabupaten/kota di Indonesia. 

Ini akan banyak manfaatnya bagi Kota Padang yang rawan terjadi gempa. Bagaimana memaksimalkan pemanfaatan infrakstruktur yang sudah dibangun, sampai ke tahap menjadi tulang punggung sistem internet, hingga pengguna, khususnya terhadap kebecanaan dengan memanfaatkan teknologi untuk mempercepat penanganan kebencanaan, khususnya mitigasi bencana hingga pasca pencana.

Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Bambang Surya Putra dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa strategi BNPB dalam mengurangi dampak yang timbul pasca kejadian bencana dengan memanfaatkan Palapa Ring, rencana BNPB menggunakan Palapa Ring pada tahun 2020. Selain itu  Bambang Surya Putra juga memaparkan trend kejadian bencana, kurun waktu tahun 2008 – 2019.

“Banyak akses terputus ketika terjadi bencana, baik jaringan listrik maupun komunikasi, banyak BTS mati, sehingga informasi menjadi susah. Kita mengalami kesulitan untuk memberikan informasi ke lapangan atau sebaliknya, sulit minta bantuan, dan dampak bencana akan semakin parah,”jelas Direktur Kesiapsiagaan BNPB.

Hingga 28 Oktober 2019, lanjut Bambang Surya Putra, telah terjadi sebanyak 2.996 kejadian bencana, banyak teknologi kebencanaan yang bisa diujicobakan, disamping itu juga disampaikan 6 (enam) arahan Presiden Joko Widodo pada Rakornas Penanggulangan Bencana di Surabaya pada 02 Februari 2019, sebagai acuan untuk mengkonsolidasikan dengan berbagai pihak dalam kegiatan penanggulangan bencana. Keberadaan Palapa Ring, BTS, internet, satelit akan menjadi focus utama Kementerian Kominfo dalam rangka mendukung visi presiden 2020 – 2024.

Banyak desa rawan bencana, kami berharap desa-desa rawan bencana ini dapat di lalui Palapa Ring. Disisi lain, 9 (sembilan) pilar revolusi industri 4.0, banyak IOT yang bisa dimanfaatkan di lokasi bencana. Kebutuhan sensor-sensor untuk kebencanaan sebagai bagian dari sistem peringatan dini, kemudian kemampuan diseminasi yang di dukung akses jaringan. Dan  teknologi broad band LTE sudah di ujicoba di Pangandaran, pungkas Bambang Surya Putra mengakhiri paparanya.

Sementara itu, Hendra Mardhi, Sekretaris BPBD Kota Padang, menyampaikan bahwa, Kota Padang berada pada daerah rawan bencana gempa dan tsunami, dalam misi Kota Padang, salah satunya menciptakan masyarakat sadar dan peduli serta tangguh bencana. 

Jenis bencana di Kota Padang, sangat banyak, ada 9 jenis ancaman bencana. BPBD Kota Padang masih merawat rambu-rambu dan EWS di zona merah bencana, sirine selalu di coba dua kali tiap bulan. Apabila memungkinkan, jaringan Palapa Ring membantu kelancaran diseminasi informasi kebencanaan di Kota Padang, jelas Hendra Mardhi.

Menurut, M. Feriandi Mirza, Kadiv Infrastruktur Backbone Badan Aksesabilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Indonesia peringkat #111  dalam ITU ICT development index, Indonesia sudah tertinggal jauh daripada negara tetangga di Asia Tenggara. Kedepan Indonesia akan membangun 4.000 BTS, infrastruktur yang menyatukan Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Konektivitas digital, jelas M.Feriandi Mirza bukan hanya memajukan ekonomi, tapi juga sektor politik, pemerintahan, sosial dan budaya. Desa di Indonesia sudah tercover 73,77% dari 83.218 desa yang sudah tercover sinyal 4G. Lokasi Palapa Ring ; 57 Kabupaten/Kota ada 3 paket, yaitu ;  paket barat, paket tengah dan paket timur. Pembangunan Palapa Ring sudah 100%, baik fiber optic di darat maupun kabel laut. 

Berdasar kajian IIGF Institute, dampak ekonomi dan sosial Palapa Ring,  akan terjadi peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di wilayah layanan Palapa Ring antara 4,5 persen sampai dengan 6,4 persen dalam waktu 10 tahun, dengan ketersediaan pita lebar sebanyak 2,5 juta pengguna pada tahun 2028. 

Palapa Ring diperkirakan akan menciptakan 200 ribu pekerjaan dalam waktu 10 tahun, percepatan ekspansi jangkauan pasar di sektor ritel dan pelayanan serta efisiensi sektor manufaktur dan industry.  Akses internet cepat juga akan mengakselerasi digitalisasi di sektor pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan sosial, termasuk jaminan sosial. Satelit Republik Indonesia (SATRIA), untuk sektor: Pendidikan, Pemda, Hankam, Kesehatan akan di luncurkan pada tahun 2020.

Palapa Ring Non KPBU sebagaimana disampaikan  Edwin Aristiawan, Direktur Wholesale & International Service Telkom, untuk mendukung mitigasi bencana di Indonesia. Capaian Telkom Palapa Ring, dari 514 Ibukota Kabupaten Kota (IKK), sudah dibangun 457 IKK, dan oleh pemerintah dibangun 57 IKK.

Yang perlu diperhatikan dalam hal ini, bahwa sebagian besar kabel IKK dibangun di darat. Hanya 10 ruas di bawah laut, kebutuhan implementasi CBT terhadap Palapa Ring Non KPBU dapat memanfaatkan 10 ruas kabel laut yang tersedia, perlu dilakukan assessment lokasi titik implementasi CBT dalam ruas kabel. Implementasi CBT menggunakan jaringan kabel laut baru dapat memanfaatkan titik landing (BMH), ada 89 titik landing (BMH) Palapa Ring Non KPBU di 28 Provinsi di Indonesia.

Acara FGD, Pemanfaatan Palapa Ring Untuk Mendukung Mitigasi Bencana di Indonesia ini, dibuka oleh Walikota Padang, dalam hal ini di wakili oleh Asisten Administrasi Pemerintahan Kota Padang, Drs.Didi Aryadi.

Dalam kata sambutanya, atas nama pemerintahan Kota Padang mengucapkan banyak terima kasih atas prakarsa kegiatan FGD ini. Kota Padang, lanjut Asisten Administrasi Pemerintahan fokus memberikan mitigasi bencana.

“Ini merupakan kebutuhan Kota Padang, karena di Kota Padang banyak potensi bencana. Pusat pemerintahan Kota Padang sudah pindah setelah kejadian gempa Padang, sekarang banyak warga yang tinggal di zona hijau, sudah pada pindah dari zona merah. Barang-barang milik pemerintah sudah di asuransikan, mengurangi dampak kerugian jika terjadi bencana.” ujar Didi Aryadi.

Kegiatan FGD ‘Pemanfaatan Palapa Ring Untuk Mitigasi Bencana’ ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bekerjasama dengan PT. Telkom dan Pemerintah Kota Padang. Palapa Ring merupakan backbone atau tulang punggung dari sistem internet di Indonesia yang mempunyai jaringan kabel serat optik yang ada di darat dan lautan. (rsd/dit/ws).
Direktorat Kesiapsiagaan BNPB