Sempat buron, dua Debt Collector di Pohuwato akhirnya ditangkap -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Sempat buron, dua Debt Collector di Pohuwato akhirnya ditangkap

By: PAWARTA tv
Monday, 11 November 2019

Keduanya  dikenakan Pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHPidana subsider Pasal 365 ayat 1 KUHPidana subside 368 ayat 1 KUHPidana junto Pasal 53 KUHPidana junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara, (12/11/2019).

PN.COM - Satuan unit reserse kriminal polsek randangan berhasil menangkap dia orang debt collector di wilayah kabupaten Pohuwato.

Penangkapan ini berdasarkan laporan oleh warga sejak tanggal 19 april 2018. Dimana saat itu Kedua pelaku  bersama empat orang lainnya diduga hendak menarik sepeda motor jenis Honda Revo warna hitam dengan nomor Polisi DM 2560 DF yang dimiliki oleh Saiful Lenjo, yang ada di Desa Motolohu, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato.

Kerena motor tersebut tidak seharunya di tarik oleh para teresangka, saat penarikan kendaraan yang menunggak tersebut, tersangka tidak sempat membawa motor tersebut karena masyarakat sekitar mengejar para pelaku, sehingga melarikan diri.

Kedua debt collector yang ditangkap oleh Polsek Randangan tersebut yakni ARS alias Roni (46), warga Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato dan MB alias Memy (39), warga Desa Moutong, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango.

Kapolsek Randangan, Ipda Ali Hairudin,SH,S.IP, menjelaskan Penanganan kasus tersebut pun cukup rumit, karena para pelaku sempat melarikan diri dan bahkan tersangka MB alias Memy sempat ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dan berhasil diamankan di Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Sedangkan ARS alias Roni ditangkap di kantor PLN Marisa.

“Penanganan perkara ini lambat dikarenakan para tersangka sempat melarikan diri dan bahkan sempat ditetapkan sebagai DPO. Meski demikian, Alhamdulillah saat ini perkara tersebut sudah dapat diselesaikan, dimana dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka” jelas Kapolsek Randangan, Ipda Ali Hairudin,SH,S.IP

Dalam kasus ini Total tersangka ada tujuh orang. Diantaranya ARS alias Roni, MB alias Memy, WM alias Wildan, TY alias Tomi, ZD alias Zooel, MM alias Meldi yang bertugas sebagai eksekutor penarikan kendaraan dan F alias Fer yang menjabat sebagai Kepala Pos FIF Unit Marisa serta berperan sebagai orang yang mengeluarkan surat tugas eksekutorial kendaraan bermotor. Namun yang berhasil ditangkap pertama adalah ARS alias Roni dan MB alias Memy. Sedangkan yang sisanya masuk sebagai DPO.

Penanganan perkara, kedua debt collector tersebut, telah tuntas dan telah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pohuwato.

Keduanya  dikenakan Pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHPidana subsider Pasal 365 ayat 1 KUHPidana subside 368 ayat 1 KUHPidana junto Pasal 53 KUHPidana junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.