Seorang TO di Pasuruan diciduk dengan sejumlah barang bukti -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Seorang TO di Pasuruan diciduk dengan sejumlah barang bukti

Sunday, 3 November 2019

Dari penggeledahan itu, polisi menemukan empat kantong plastik berisi sabu. Masing-masing sudah ditakar dengan berat yang berbeda-beda. Totalnya mencapai 4,43 gram. Selain itu juga ditemukan satu pack kantong plastik, (3/11/2019).

PAWARTANUSANTARA.COM - Keinginan Arif Susanto untuk menambah penghasilan justru mengantarkannya ke penjara. Betapa tidak, pria 33 tahun itu mencari nafkah untuk keluarganya dengan cara melanggar hukum.

Alhasil, warga Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan itu kini harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Arif diamankan Tim Unit Reskrim Polsek Pandaan karena kepemilikan narkoba jenis sabu.

“Selama ini dia sudah menjadi TO (target operasi) kami, karena dia tercatat beberapa kali transaksi di wilayah kami,” kata Kapolsek Pandaan, AKP Jaka Winarno.

Polisi sebelumnya telah mengintai keberadaan Arif. Jumat (1/11) sekitar pukul 15.00, Wib korps Bhayangkara itu menggerebek rumah Arif. Kedatangan sejumlah petugas kepolisian membuat Arif terkejut.

Seisi rumahnya kemudian digeledah. Dari penggeledahan itu, polisi menemukan empat kantong plastik berisi sabu. Masing-masing sudah ditakar dengan berat yang berbeda-beda. Totalnya mencapai 4,43 gram. Selain itu juga ditemukan satu pack kantong plastik.

“Jadi dia itu menjual paket-paket kecil. Barang didapat dari Surabaya dan Tangerang, kemudian diedarkan di wilayah Pasuruan, Bangil, Pandaan hingga Malang,” jelas Jaka.

Di rumah pelaku, polisi juga menyita sebuah ponsel merek Xiaomi, tiga korek api dan uang senilai Rp 70 ribu. “Kuat diduga, pelaku ini juga mengonsumsi,” tambah Jaka.

Pelaku kemudian digelandang ke Mapolsek Pandaan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara ini dia telah ditahan selama proses penyidikan bergulir. Penyidik menjeratnya dengan pasal 114 subsider 112 UU Nomor 35/2009 tentang narkotika.

“Saat ini kami lakukan upaya pengembangan untuk membongkar jaringan pengedar lainnya,” pungkas Jaka.