Musim hujan, Dinkes Lebak: Minta warga dapat meningkatkan perilaku hidup bersih

Advertisement

Advertisement

Loading...

Musim hujan, Dinkes Lebak: Minta warga dapat meningkatkan perilaku hidup bersih

Tim Pawarta
Monday, 2 December 2019

Peningkatan curah hujan tersebut tentu akan terjadi genangan air dan berpotensi berkembangbiaknya nyamuk aedes aegefty sebagai nyamuk penyebar virus demam berdarah dengue (DBD), Selasa (3/12/2019).

PN.COM, Lebak - Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengimbau masyarakat di daerah ini agar mewaspadai penyebaran sejumlah penyakit musim hujan sehingga tidak menjadikan wabah juga kejadian luar biasa (KLB).

"Kami minta warga dapat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan menjaga kebersihan lingkungan," kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah di Lebak, Minggu (1/12).

Selama ini, curah hujan di wilayah Kabupaten Lebak cenderung meningkat dan peluang hujan terjadi siang hingga malam hari.

Peningkatan curah hujan tersebut tentu akan terjadi genangan air dan berpotensi berkembangbiaknya nyamuk aedes aegefty sebagai nyamuk penyebar virus demam berdarah dengue (DBD).

Selain itu juga akan berpotensi terjadi kebanjiran dan longsor, sehingga perlu diantisipasi oleh masyarakat.

Biasanya, jika banjir dipastikan terjadi diare, penyakit kulit dan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

"Kami berharap masyarakat dapat mencegah penyebaran penyakit musim hujan agar tidak menimbulkan KLB maupun korban jiwa," ujarnya menjelaskan, dilansir Antara Selasa (3/12).

Untuk mengantisipasi penyakit musim hujan, pihaknya meminta masyarakat dapat membiasakan pola hidup bersih dan sehat dengan tidak merokok, mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu juga menjaga stamina tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan bervitamin untuk mencegah serangan penyakit,katanya.

Ia juga menjelaskan, berdasarkan laporan warga yang terduga DBD sejak Januari-Oktober 2019 mencapai 70 orang.

Sejauh ini, kata dia, Bupati Lebak belum menetapkan KLB penderita DBD, karena tidak adanya warga yang meninggal dunia.

"Kami minta masyarakat mengoptimalkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) juga 3 M ( mengubur, menguras dan menutup) barang-barang bekas untuk memutusmata rantai DBD," katanya.

Menurut dia, pihaknya juga memberikan abate ke masyarakat agar disebarkan di bak kamar mandi dan tidur dengan tempat yang menggunakan kelambu.

Masyarakat juga tidak buang air besar (BAB) di sembarangan tempat karena berpotensi penyakit diare.

"Kita berharap masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan PSN dan 3 M untu mencegah penyakit yang mematikan itu," katanya.

Kepala Puskesmas Sajira Kabupaten Lebak dr Robert mengimbau masyarakat agar meningkatkan kebersihan lingkungan dan PHBS untuk mencegah penyakit menular karena curah hujan tinggi dipastikan muncul penyakit DBD dan penyakit kulit.

"Kami minta petugas lapangan agar meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat guna mencegah penyakit menular akibat curah hujan tinggi," katanya menjelaskan.