Polisi selediki, Seorang Ibu buang bayi nya hingga tewas di Karawang -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Polisi selediki, Seorang Ibu buang bayi nya hingga tewas di Karawang

Saturday, 14 December 2019

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Bimantoro Kurniawan: Pelaku berusaha melakukan aborsi dengan meminum jamu atau obat. Tapi tak berhasil.

PN.COM, Karawang - Penyidik Satreskrim Polres Karawang masih melakukan pendalaman terkait kasus seorang ibu yang tega membunuh anak kandungnya sendiri. Ada dugaan, pelaku Eti alias Nyai (40) pernah berusaha menggugurkan kandungannya alias aborsi.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan pelaku memang mengakui melakukan aborsi. Namun, aborsi itu tidak dilakukan ke petugas kesehatan melainkan dengan caranya sendiri.

"Pelaku berusaha melakukan aborsi dengan meminum jamu atau obat. Tapi tak berhasil," ujar Bimantoro kepada wartawan di Mapolres Karawang, Sabtu (14/12/2019).

Bimantoro menambahkan, upaya aborsi pelaku gagal sehingga pelaku harus mengandung anaknya selama sembilan bulan. Setelah usia kandungannya cukup, lanjut Bimantoro, pelaku akhirnya melahirkan sendiri.

"Setelah dilahirkan, korban langsung dibuang begitu saja sehingga korban mengalami luka. Diduga itu penyebab kematiannya," tuturnya.

Lebih lanjut Bimantoro mengatakan, pihaknya akan melakukan rekonstruksi pembunuhan bayi di Desa Kutaharja Kecamatan Banyusari, Karawang, Jawa Barat.

"Kami kan melakukan rekonstruksi di TKP. Ini dilakukan untuk menyamakan keterangan-keterangan saksi, tersangka dan barang bukti yang ada," kata Bimantoro.

Sebelumnya, polisi menangkap Eti alias Nyai (40). Janda asal Kecamatan Banyusari, Karawang, Jawa Barat itu ditahan polisi karena melempar bayi yang baru dilahirkannya hingga tewas.

Bayi tewas dengan kondisi luka parah di bagian tengkorak belakang. Bayi tersebut diketahui merupakan hasil hubungan gelap dengan pacarnya yang pergi meninggalkan pelaku.

Kepada penyidik, Eti mengaku melakukan hal tersebut karena dihinggapi rasa malu telah memiliki anak hasil hubungan gelap dengan kekasih yang meninggalkannya tersebut.

Akibat perbuatannya itu pelaku diancam dengan pasal berlapis. Yaitu Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak dan Pasal 341 serta 342 KUHP. Pelaku terancam mendapat hukuman total 15 tahun penjara.