Diduga Oknum PolPP Kota BauBau Anak Pejabat Pukul Pacar di halaman Kampus
Loading...

Diduga Oknum PolPP Kota BauBau Anak Pejabat Pukul Pacar di halaman Kampus

Monday, 13 January 2020

Awalnya saya dapat informasi dari pihak kampus bahwa terjadi pemukulan terhadap anak saya, karena itu saya tidak terima perlakukan tersebut dan pihak kampus meminta kepada saya segera melapor ke Polisi.

Kota Bau-Bau PNCOM- Terjadi penganiayaan atas nama Yulia Astuti di wilayah kampus UMB Buton, Jl. Betoambari No.36, Lanto, Batupoara, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, Jum'at (10/01/2020) sekitar pukul 07.00 Wita di duga di aniaya oleh pacarnya inisial  MWR, korban diduga mengalami luka  memar dibawah mata kiri dan atas bibir karena di duga dipukul berulang kali, mengakibatkan korban mengalami trauma dari informasi keterangan korban, pelaku magang di salah satu Kantor Pemerintah Kota BauBau sebagai sala satu anggota Pol PP Kota BauBau. Keluarga korban sudah melaporkannya ke Polsek Wolio pada hari itu juga dan pelaku sudah di amankan. 

Orang tua korban Arifin kepada wartawan, Senin (13/01/2020) dikediamannya  mengatakan," awalnya saya dapat informasi dari pihak kampus bahwa terjadi pemukulan terhadap anak saya, karena itu saya tidak terima perlakukan tersebut dan pihak kampus meminta kepada saya segera melapor ke Polisi, saya dan anak saya Yulia Astuti langsung ke Polsek Wolio untuk melaporkan pelaku MWR dengan laporan penganiayaan  karena telah memukul anak saya," ungkap Arifin.

"Setelah saya selesai membuat laporan kembali kerumah, sekitar jam 10.00 Wita  ibu pelaku datang kerumah membicarakan masalah pemukulan tersebut dan langsung minta kasus tersebut dicabut tapi tidak ada penyelesaian begitu juga di kantor Polisi sekitar pukul 16.00 Wita, bertemu lagi, juga tidak ada penyelesaian,  maka kami sekeluarga sepakat kasus ini lanjut tidak ada damai damain dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada  pihak penegak hukum agar ini di proses sesuai hukum yang berlaku sampai sidang di pengadilan, supaya bisa menjadi pelajaran kedepannya bagi pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya," ungkap Arifin. (AH/Ar)