Jelang Demo Buruh Tolak Omnibus Law di DPR, 650 Personel TNI-Polri Siaga
Loading...

Jelang Demo Buruh Tolak Omnibus Law di DPR, 650 Personel TNI-Polri Siaga

Admin
Sunday, 12 January 2020

Terlihat sekitar dua water canon Brimob juga sudah disiagakan di dalam gedung DPR. Selain itu, sejumlah kendaraan angkut personel juga siaga.

Jakarta, PNCOM - Massa buruh akan menggelar demonstrasi menolak omnibus law cipta lapangan kerja di depan gedung DPR. Ratusan personel TNI-Polri disiagakan.

Apel pengamanan unjuk rasa buruh dipimpin langsung oleh Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto di dalam gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020). Kendaraan taktis juga turut disiagakan.

Terlihat sekitar dua water canon Brimob juga sudah disiagakan di dalam gedung DPR. Selain itu, sejumlah kendaraan angkut personel juga siaga.

"Jadwal hari ini yang akan datang dari kelompok buruh, leadingnya dari Kasbi, rekan rekan tau Kasbi itu gimana. Pada prinsipnya mereka akan menuntut masalah 3 UU yang akan dijadikan satu oleh pemerintah, mereka tuntut kenapa pihak buruh tidak dilibatkan dalam perancangan UU ini," kata Kombes Pol Heru saat memberikan arahan.

Kombes Pol Heru berpesan agar para personel TNI dan Polri bisa melayani peserta unjuk rasa dengan baik. Kombes Pol Heru menyebut tindakan bisa dilakukan ketika sudah luar batas toleransi.

"Apapun ceritanya kita sebagai pengamanan melayani mereka dalam batas toleransi yang sudah ditentukan, kalau di luar aturan dan toleransi kita harus berbuat, tetapi jika masih dalam koridor yang ada kita layani mereka," ucap Kombes Pol Heru

Kombes Pol Heru mengatakan ada sekitar 650 personel gabungan TNI dan Polri yang akan disiagakan. Massa, menurutnya, diperkirakan berjumlah seribu orang.

"Kita ada kerahkan 650 personel gabungan dengan TNI, kalau pemberitahuan mereka ada seribu, yah sekitar 750 sampai seribu," ujar Kombes Pol Heru.

Kombes Pol Heru mengimbau massa buruh tidak melakukan blokade jalan agar tidak mengganggu masyarakat. Dia juga menyarankan agar pengendara mobil dan motor tidak melewati depan gedung DPR.

"Kita saling menghargai apa yang ada di antara masyarakat kita, terutama pengguna jalan, (massa buruh) agar jangan menutup jalan supaya masyarakat kita tetap bisa aktivitas, untuk masyarakat karena nanti ada demo, mudah-mudahan nggak tutup jalan, kalau misal nanti tutup jalan kita block, kita bisa memanfaatkan busway," ujar Kombes Pol Heru.

Sekjen KASBI, Sunar, mengatakan ada sekitar 1.500 orang yang akan mengikuti unjuk rasa. Massa datang dari Tangerang, Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Cimahi, Sumedang, Bandung dan Indramayu.

"Artinya pasal-pasal yang pernah kami tolak dalam rencana revisi UU Ketenagakerjaan beberapa waktu lalu, ternyata dimasukkan kembali di Omnibus Law-RUU Cipta Lapangan Kerja ini," kata Sunar dalam keterangan tertulis.

Sunar mengatakan pihaknya juga akan melakukan audiensi dengan Balegnas DPR. Ada beberapa hal yang ingin ditanyakan terkait pasal-pasal di omnibus law.

"Kami nanti mau sekalian audiensi dengan Balegnas, menanyakan prosesnya sudah sejauh mana, dan substansinya seperti apa, sebab jika dicermati dari pasal-pasal yang kami dapatkan justru mengarah pada penghilangan jaminan kepastian kerja, perusahaan mudah merekrut pekerja tapi mudah mem PHK, pengurangan hak-hak buruh, upah murah, penghilangan sanksi pidana bagi pengusaha pelanggar hak nirmatif buruh, pengurangan klaim dan fungsi jaminan sosial, pembatasan demokrasi hak berserikat dan berpendapat," ujar dia.