Pekerjaan sumur bor di Kabupaten Lampung Utara diduga tidak sesuai anggaran -->
DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Pekerjaan sumur bor di Kabupaten Lampung Utara diduga tidak sesuai anggaran

Sunday, 5 January 2020


Lampung Utara, PNCOM - Desa Sidodadi Kecamatan Sungkai Selatan RT.01 RW.02. Lampung Utara hasil dari temuan tim di lapangan kontrol sosial . Dimana telah menemukan adanya pembangunan di desa Sidodadi, berupa sumur bor, Minggu (5/1/2020).

APBD provinsi Lampung tahun 2019 yang diduga tidak sesuai dengan anggaran dan banyak keganjalan di dalam pembangunan tersebut melalui konfirmasi Kepala Dinas Perkebunan provinsi. Ir. Edi yanto.M.SI. awal percakapan melalui aplikasi WhatsApp bicara, Dinas mana? peroyek apa? Saya baru di disbun nanti saya tanya dulu ok. "ucapnya.

Saya perintahkan pemborongnya untuk perbaiki. Itu masih tangung jawab dia sampai 6  bulan, katanya.

Bedasarkan bukti yang kita punya, disitu memang sudah jelas dari adanya dokumen SPK. Yang di tanda tangani oleh kepala dinas perkebunan provinsi itu tersebut. 

Telah tertera angaran Rp.99.762.000,00 untuk Satu Unit. Pembangunan sumur bor dan telah di tanda tangini diatas materai 6000 dengan nama penerima tender yang mengerjakan proyek atas yang bernamakan Riskon Wasih, selaku Derektur cv. Sumber Abadi dan juga kita selaku tim dalam beberapa media, sudah mencoba menghubungi pemilik tender dalam pengerjaan pembangunan sumur bor. 

Desa Sidodadi Kecamatan Sungkai Selatan melalui aplikasi WhatsApp. Justru Bukan jawaban penjelasan yang kami terima menyangkut pengerjaan pembangunan sumur bor di desa Sidodadi. Melainkan kotak aplikasi WhatsApp kita di blokir. Dan coba di hubungi melalui dari telpon dalam ke adaan tidak lagi di aktifkan. 

Ketika menanyakan kepada masarakat desa letaknya berada di depan pembangunan sumur bor tersebut, Ibuk Puji" menyapaikan kalo saja pembangunan sumur bor itu. Tidak ada satupun masyarakat desa yang di libatkan. Dan bekerja dalam pembuatan sumur bor itu tersebut. Itupun air sumur bor di pergunakan untuk ke butuhan masyarakat sehari hari dari pada tidak terpakai.

Baru juga kemarin suami saya (eko), di pekerjakan sebagai penjaga sumur bor tersebut. Di mana kita dapat melihat secara langsung pembangunan yang teramat sangat memperhatinkan. Dan dapat menampak membahayakan. di mana mesin bor itu tidak terkunci. hanya di ikat dengan tali plastik.

Lantainya terlihat retak, selang air di dalam tanah tidak tertimbun rapih Dan lebih parahnya lagi. kondisi kabel kotak listrinya pun tidak ada pengaman. Yang hanya di ikat dengan tali plastik. Di tutupi dengan kantong plastik di batang pohon karet saja. 

Kemanakah besarnya anggaran pembangunan yang telah di salurkan pemerintahan provinsi. Melalui dinas perkebunan dan peternakan provinsi ke kabupaten tersebut? Dan semua diduga adanya indikasi. Penyalahgunaan agaran dari dinas pemeritahan provinsi. 

Di mohon untuk segenap jajaran aparat hukum kepolisian aparat pemerintahan kejaksaan tinggi, dapat bertindak tegas menyikapi adanya permainan dan penyalahgunaan uang negara yang di pergunakan pemerintah provinsi dalam pengadaan sumur bor dari dinas perkebunan provinsi di kabupaten Lampung Utara". 
(apl & tim)