Pelajar jangan coba-coba tawuran di Karawang, kecuali mau di Karantina di Markas Kodim
Loading...

Pelajar jangan coba-coba tawuran di Karawang, kecuali mau di Karantina di Markas Kodim

Friday, 10 January 2020


Cara tersebut diharapkan bisa menekan angka tawuran di Kota Pangkal Perjuangan, (11/1/2020).

Karawang, PNCOM- Pelaku tawuran pelajar di Kabupaten Karawang bakal di karantina di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0604 Karawang. Mereka akan diberi materi mengenai wawasan kebangsaan, nasionalisme, juga patriotisme.

Cara tersebut diharapkan bisa menekan angka tawuran di Kota Pangkal Perjuangan. "Harus ada efek jera kepada pelajar yang suka tawuran," ujar Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, didampingi Komandan Kodim 0606, Letnan Kolonel Infanteri Medi Haryo Wibowo, di kantor bupati, Kamis 9 Januari 2020 dan Kepala Kepolisian Resor Karawang, Ajun Komisaris Besar Arif Rachman Arifin di kantor bupati, Kamis 9 Januari 2020.

Bupati menegaskan hal itu karena pada Rabu petang, 8 Januari 2020, terjadi tawuran pelajar yang melibatkan siswa SMPN 1 Telukjambe Timur dengan SMP Nusantara dan SMP Tunas Utama. Dalam peristiwa itu seorang siswa SMPN 1 Telukjambe Timur mengalami luka bacok di bagian kepala.

Menurut Bupati, siswa yang terbukti masih melakukan tawuran setelah menjalani karantina, terpaksa akan dikeluarkan dari sekolahnya. "Kami akan panggil para pengelola sekolah dan orang tua pelajar yang terlibat tawuran agar hal ini menjadi perhatian mereka," katanya.

Di tempat yang sama Komandan Kodim 0604 Letkol Inf. Medi Haryo Wibowo menyatakan, pihaknya siap menggembleng siswa pelaku tawuran dengan aturan militer. "Kami siap membantu dalam pelatihan disiplin. Kami juga akan meminta bantuan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk ikut memberikan meteri kepada para siswa yang dkarantina itu," kata Dandim.

Sementara Kapolres Karawang, AKBP Arif Rachman Arifin mengaku telah mengamankan tiga pelaku pembacokan terhadap siswa SMPN1 Talukjambe Timur. Semuanya siswa SMP yang menjadi lawan tawuran korban.

"Mereka sudah kami amankan dan diperiksa. Namun kerena usianya masih di bawah umur, cara pemeriksaannya menggunakan Undang-undang perlindungan anak," kata Kapolres.