Polisi tangkap pembunuhan wanita yang mayat hangus terbakar di Banyuwangi -->
DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Polisi tangkap pembunuhan wanita yang mayat hangus terbakar di Banyuwangi

Tuesday, 28 January 2020

Pembunuhan keji tersebut telah direncanakan oleh pelaku selama satu minggu sebelumnya. Pelaku mencari cara dan kesempatan untuk menghabisi nyawa korban, (28/1/2020).

Banyuwangi, PNCOM- Seorang pelaku pembunuhan Rosidah (18), yang ditemukan tewas dengan kondisi hangus terbakar akhirnya ditangkap Polresta Banyuwangi, Selasa (28/1).

Pembunuh sadis tersebut yakni Ali Heri Sanjaya (28), warga lingkungan Brak Kalipuro, yang tak lain rekan kerjanya sendiri. 

Diketahui, korban dan pelaku sama sama bekerja di sebuah warung makan yang berada di jalan Jaksa Agung Suprapto tepatnya di depan SD Katolik Santa Maria Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin S.I.K mengatakan, pelaku nekat melakukan pembunuhan secara keji itu lantaran sakit hati karena sering dihina korban. Selain itu, juga dilatarbelakangi motif ekonomi.

"Selama bekerja korban sering menghina pelaku dengan kata-kata Gendut-Gendut, Boboho, Sumo," kata Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin Saat Press Conference di halaman Mapolresta Banyuwangi, Selasa (28/1) siang.

Kapolresta menjelaskan, pembunuhan keji tersebut telah direncanakan oleh pelaku selama satu minggu sebelumnya. Pelaku mencari cara dan kesempatan untuk menghabisi nyawa korban. 

Akhirnya, saat pulang kerja Jumat (24/1) sore, pelaku berpura-pura meminta tolong kepada korban untuk mengantarkannya ke rumah orang tuanya di Kecamatan Kabat.

"Pelaku memanggil korban dengan melambaikan tangannya yang saat itu berada diseberang jalan, sehingga tidak ada yang tahu korban terakhir bersama siapa,"terangnya.

Selanjutnya, pelaku membonceng korban dengan menggunakan sepeda motor milik korban beat warna merah putih Nopol P 2249 UH. Namun, ditengah perjalanan pelaku minta dibonceng korban hingga sampai di TKP.

"Korban diminta turun, dari sepeda motor. Kemudian pelaku memukul korban dengan tangannya dan mencekiknya hingga tak bernafas,"ujarnya.

Mengetahui korbanya sudah tak bernyawa, Kemudian pelaku membopong jasad korban ketumpukan bambu jalaran yang berada di TKP dan menyiram nya dengan bensin yang baru dibelinya lalu dibakar.

"Pelaku membakar korban bertujuan untuk menghilangkan identitas korban," ungkapnya.

Setelah api membesar, pelaku langsung membawa kabur sepeda motor dan handphone milik korban. Kemudian pelaku menjual sepeda motor tersebut ke daerah Situbondo senilai Rp. 4.000.000,-, sedangkan handphone ia jual senilai Rp. 1.250.000,-.

"Uang hasil penjualan barang milik korban digunakan untuk bayar hutang nebus sepedanya yang digadaikan,"bebernya.

Namun, lanjut Kapolresta, tidak ada kejahatan yang sempurna. Sandal dan helm korban jatuh disekitar TKP yang dijadikan petunjuk untuk mengungkap identitas korban. 

Hingga akhirnya Polisi berhasil membekuk pelaku saat keluar dari Hotel. Ketika hendak diamankan, pelaku melawan. akhirnya polisi terpaksa menembak kaki kanannya.

"Dihadapan petugas, pelaku mengakui segala perbuatannya," tegasnya.

Selain mengamankan pelaku, Polisi berhasil menyita barang bukti lainya berupa tas warna hitam berisi korek api, uang tunai Rp 1.300.000,-, pakaian pelaku, dan barang milik korban  yakni sepeda motor Honda Beat Nopol P 2249 UH, Handphone oppo, arloji, kancing jaket, helm serta sandal.

"Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal berlapis pasal 340 KUHP Sub Pasal  338 dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup," pungkasnya.