Kasus Sabu: Jalani sidang Terdakwa menangis dan pingsan
Loading...

Kasus Sabu: Jalani sidang Terdakwa menangis dan pingsan

Friday, 28 February 2020



Dituntut Hukuman Mati dalam Kasus Narkoba, Pria Ini  Pingsan di PN Binjai, (28/2/2020).

Sumut, Binjai (PNCOM)- Ali dan Isnardi menjalani sidang dalam kasus sabu-sabu. Keduanya terbukti membawa 70 kilogram sabu-sabu dalam penangkapan yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Sumut di Jalan Megawati, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai.

Kedua terdakwa terus menangis selama sidang dan setelah sidang. Bahkan seusai sidang, Ali sempat pingsan di Pengadilan Negeri Binjai.

Sidang yang digelar pada Rabu (26/2/2020) mengagendakan pembacaan pledoi kedua terdakwa. Sidang berlangsung di ruang Candra Pengadilan Negeri Binjai.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Dedy dan beranggotakan hakim Aida dan hakim Tri Syahriawani. Dalam sidang itu, kedua terdakwa didampingi kuasa hukum mereka, Evaria dan Tengku Fitra Yupina.

Jaksa Penuntut Umum, Benny menuntut kedua terdakwa dengan hukuman mati. Kuasa hukum kemudian mengajukan banding dengan pertimbangan kedua terdakwa sudah tua dan merupakan kepala keluarga. Kedua terdakwa juga sudah menyesali perbuatannya dan baru sekali menyelundupkan narkoba.

"Kami selaku penasihat hukum menyerahkan nasib terdakwa kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Binjai dan kami memohon agar memberikan putusan yang amarnya berbunyi menghukum terdakwa dengan hukuman penjara 10 tahun," kata kuasa hukum.

Dalam pledoi yang mereka bacakan, kedua terdakwa mengaku benar-benar tidak mengetahui sabu-sabu yang mereka bawa.

"Saya benar-benar tidak tahu itu sabu-sabu yang mulia. Sekalipun seumur hidup saya tidak pernah menyentuh yang saya bawa itu (tentang sabu). Saya gak tahu," kata terdakwa Ali tertunduk

"Saya mohon keringan. Saya sudah tua, saya punya tanggungan. Cucu saya lima belas orang," kata Ali memelas memohon keringanan.

Ketua majelis hakim, Dedy mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan lebih dalam pledoi yang diajukan kedua terdakwa.