Keji! Anak perempuan usia 9 tahun dirudapaksa sampai 6 kali
Loading...

Keji! Anak perempuan usia 9 tahun dirudapaksa sampai 6 kali

Admin
Wednesday, 12 February 2020

Korban masih berusia 9 tahun dan saat ini duduk di kelas 3 sekolah dasar. 

Kukar (PNCOM)- Seorang pria berusia 46 tahun warga kecamatan Tenggarong, tega merudapaksa Melati (bukan nama sebenarnya) yang merupakan anak tetangganya sendiri. Ironisnya Melati merupakan teman dari anak pria ini.

Korban masih berusia 9 tahun dan saat ini duduk di kelas 3 sekolah dasar. Perilaku bejat dilakukan sebanyak enam kali. Lokasi perbuatan tercela pelaku di rumahnya, sungai saat korban mandi dan di kebun sawit.

"Jadi semuanya ada enam," ujar Kanit Reskrim Polsek Tenggarong, Ipda Hadi Winarno, Selasa (11/2/2020). Pelaku nekat merudapaksa korban dengan memberikan iming-iming uang agar korban tutup mulut.

"Setelah melakukan itu dia memberikan uang sebanyak dua kali, yang pertama Rp 5 ribu, dan yang kedua Rp 7 ribu, dan dia menjanjikan memberikan Rp 50 ribu," kata Hadi Winarno.

Kasus ini terungkap setelah korban mengeluh kesakitan pada bagian kemaluannya. Ketika mencuci pakaian, Ayah Melati curiga karena celana dalamnya berbau tidak sedap.

Dari situlah ayah korban mulai curiga dan bertanya kepada Melati ini.  "Korban mengeluh sakit, bapak korban curiga celana dalam korban berbau busuk, kemudian dilaporkan," terang Hadi.

Mendapat laporan tersebut kepolisian dari Polsek Tenggarong langsung mengamankan pelaku.

"Kita lakukan penyelidikkan, lalu kita cari pelakunya, kemudian kita amankan, pada hari Kamis 6 Februari 2020," kata Hadi.

Akibat perbuatannya pelaku harus mendekam dibalik jeruji besi dan dijerat dengan pasal 76 D Jo pasal 81 ayat 2 UURI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 5 hingga 15 tahun penjara.

Saat ini korban masih mengalami trauma dan dalam pendampingan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kukar.

"Saat melihat tersangka korban berlindung dibalik orangtuanya, sehingga mungkin dia trauma, jelas itu psikisnya terganggu," pungkas Hadi.