Polda Jatim: Ada pihak yang sengaja menghalangi langkah penegakan hukum -->
DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Polda Jatim: Ada pihak yang sengaja menghalangi langkah penegakan hukum

Tuesday, 18 February 2020


Direskrimum Polda Jatim sudah melakukan langkah undang-undang untuk melakukan upaya paksa diantaranya adalah penangkapan. 

Jakarta (PNCOM)- Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko memaparkan penjemputan ini dilakukan Sabtu (15/2) siang di sekitar ponpes. Kombes Truno membenarkan ada pihak yang sengaja menghalangi langkah penegakan hukum oleh polisi.

“Direskrimum Polda Jatim sudah melakukan langkah undang-undang untuk melakukan upaya paksa diantaranya adalah penangkapan. Namun yang terjadi kemarin kita dari penyidik sudah melakukan hal-hal yang bersifat prosedur dan profesional. Prosedur di sini administrasi sudah dilengkapi, mendasari dari laporan polisi, mendasari dari berkas penyidikan yang ada,” papar Kombes Truno di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (17/2/2020).

“Kemudian pada saat melakukan upaya berdasarkan undang-undang oleh direktorat reserse umum ini ada upaya perlawanan,” imbuhnya.

Kendati demikian, Kabid Humas menyebut penghadangan tersebut belum sampai ke penyerangan dari pihak pondok ke Polisi atau sebaliknya. Polisi pun memilih untuk mundur agar situasi kembali kondusif.

“Saya tekankan di sini, penyidik melakukan tindakan berdasarkan amanah undang-undang secara prosedur dan profesional. Memang gak ada penyerangan, kita meminimalisasi korban, kita penegakan hukum tapi terukur. Kita penegakan hukum tetapi juga dilihat dari aspek aspek kemanusiaan, juga aspek-aspek secara humanis artinya humanistis ini dengan mengurangi risiko yang terjadi,” lanjutnya.

“Ada 10 personel. Harusnya cukup melakukan upaya paksa sesuai prosedur. Tapi mereka mengerahkan orang lebih dari jumlah personel. Akan melakukan tindakan-tindakan perlawanan seperti menyerang kemudian mengambil tersangka kembali supaya untuk tidak dilakukan penangkapan,” ungkapnya.

Untuk itu, Kabid Humas mengatakan pihaknya memilih menjaga kondusifitas agar tidak terjadi bentrokan antara petugas kepolisian dan massa. Setelah ini, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kemarin dengan kejadian tersebut kita akan melakukan evaluasi. Upaya nanti sama, kita tetap akan melakukan upaya paksa,” pungkasnya.