Indonesia bakal punya Taksi terbang karya Anak Bangsa -->
DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Indonesia bakal punya Taksi terbang karya Anak Bangsa

Sunday, 8 March 2020


Taksi terbang garapan start up asal Bantul, Frog Indonesia, (8/3/2020).

Jakarta (PNCOM)- Taksi terbang pertama di Indonesia kali pertama menjalani uji coba di Lapangan Udara Gading, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (7/3/2020).

Taksi terbang Jogja ini garapan start up asal Bantul, Frog Indonesia. Taksi terbang pertama di Indonesia karya anak bangsa ini berhasil terbang beberapa sentimeter dari permukaan tanah saat melakukan uji coba perdananya.

Sebelum diujicobakan terbang, taksi terbang Jogja tersebut dirakit terlebih dahulu oleh sejumlah teknisi dari Frogs Indonesia. Satu persatu bagian dari taksi terbang tersebut dirakit.

Selama hampir 1,5 jam persiapan, taksi terbang Jogja ini diuji coba di landasan pacu. Setelah delapan mesin berputar, taksi terbang perdana ini terlihat terangkat beberapa sentimeter dari permukaan tanah.

Beberapa teknisi sempat menghentikan dan memeriksa taksi terbang Jogja tersebut setelah beberapa kali percobaan.

Co Founder Frogs Indonesia, Asro Nasiri, mengatakan, taksi terbang Indonesia yang digarap di Jogja ini merupakan generasi kedua dari drone sebelumnya. Drone ini mampu mengangkut dua orang dengan berat 200 kilogram.

"Namanya itu Frogs 282, yang berarti dua penumpang dengan delapan mesin, dan merupakan generasi kedua," kata Asro saat ditemui di Lanud Gading.

Riset sejak 2017
Riset pembuatan drone dilakukan sejak 2017. "Uji coba memang tidak boleh tinggi ya, karena harus melewati beberapa proses," ucap Asro.

Chief Technology Official (CTO), Dedi Satria Maulana, mengatakan, uji coba taksi terbang Jogja pada tahap pertama untuk menemukan sejumlah masalah di drone tersebut.

Pihaknya cukup puas karena delapan mesin drone sudah bisa bekerja untuk mengangkat bodi drone.

"Ada beberapa parameter masukkan yang penting semua motornya berfungsi. Dan motornya cukup kuat untuk mengangkat wahana, beberapa sentimeter di atas tanah," ucap Dedi.

"Limit motornya perlu kita naikkan karena mengingat di sini kemungkin karena dingin dan agak lembab udaranya, jadi masa jenis udara agak berat," kata Dedi dilansir TribunJambi.com, Minggu (8/3/2020).

Dedi menambahkan, motor udara drone kurang bisa stabil. "Tapi sudah terangkat sudah cukup kuat," ucap Dedi menambahkan. Pihaknya akan melakukan perbaikan dan segera kembali melakukan uji coba.