Komplotan pencuri Truk di Nganjuk, Dua pelaku Residivis
Loading...

Komplotan pencuri Truk di Nganjuk, Dua pelaku Residivis

Tuesday, 10 March 2020


Polisi: Memang ada yang dilakukan tindakan tegas terukur (ditembak) karena pelaku berusaha melawan kepada polisi.

Nganjuk (PNCOM)- Komplotan pencuri truk nopol W-9307-NL milik Dwi Wahyuningsih (39) warga Desa Waung, Kecamatan Baron, yang hilang di halaman rumah Mustofa (48) sopir truk warga Desa Kaloran Kecamatan Ngronggot pada Jum’at (31/1/2020) lalu, ditangkap Satreskrim Polres Nganjuk.

Dua diantara dari lima pelaku ditembak kakinya oleh polisi karena melawan saat hendak ditangkap.

Para komplotan pelaku tersebut adalah, Rishanbriyanto Gatot (37) warga Desa Manggong, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Retnoningrum alias Ririn (41) warga Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, keduanya merupakan penadah.

Pencurinya, Rudi Harianto (53) warga Kelurahan Pitara, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jabar, Agus Priyadi (48) warga Desa Delik, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jateng, dan Iwan Doni Asmara alias Grandong (38) warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.

Adapun Grandong dan Agus sama-sama pernah satu kamar saat dihukum di Rutan Nganjuk. “Jadi, ada dua residivis diantara 5 tersangka ini,” ujar Kapolres Nganjuk, AKBP Handono Subiakto dalam konferensi pers, Selasa (10/3/2020).

AKBP Handono menjelaskan, pada saat mencuri truk, tersangka Agus mengajak tersangka Rudi, lalu diantar oleh tersngka Iwan Grandong.

Kemudian truk dijual pada tersangka Gatot, dengan perantara Ririn, yang merupakan istri siri Gatot. Selanjutnya, truk dibawa ke bengkel untuk dijagal. Namun sebelum truk curian ini dijual onderdilnya, kedua penadah keburu ditangkap polisi.

Sementara barang bukti yang diamankan, satu unit truk Mitsubishi warna kuning nopol W 9307 NL beserta kunci kontaknya, fotokopi STNK dan fotokopi BPKB.

Selain itu surat keterangan dari PT Trihamas Finance Kediri, satu unit mobil Toyota Calya nopol AG 1218 GN warna silver beserta STNK dan kunci kontaknya, serta empat buah ponsel beda merek.

“Memang ada yang dilakukan tindakan tegas terukur (ditembak) karena pelaku berusaha melawan kepada polisi,” pungkas AKBP Handono.