Bayi diculik di angkot viral, Polisi selidiki: ternyata laporannya palsu -->
DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Bayi diculik di angkot viral, Polisi selidiki: ternyata laporannya palsu

Sunday, 1 March 2020

Isu penculikan bayi itu tersebar luas di berbagai media sosial.

Tangerang Selatan (PNCOM)- Media sosial sempat digemparkan oleh kabar adanya peristiwa  penculikan bayi di dalam Angkot jurusan Lebak Bulus-Parung. Sang  pelapor, Aura Indah Permata mengaku seolah-olah dihipnotis dan bayinya  dibawa lari oleh sesama penumpang.

Isu penculikan bayi itu tersebar luas di berbagai media sosial,  Sabtu 29 Februari 2020 malam. Dalam narasi yang disebar dijelaskan, jika  baru saja terjadi penculikan dengan cara menghipnotis korban di dalam  Angkot. Lalu dilampirkan pula foto bayi kecil pada isi broadcast itu.

Polisi bergerak cepat dengan menerjunkan tim menyisir ke lokasi di  sekitaran lapangan terbang Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan  (Tangsel). Pengakuan korban, dia tak sadar karena dihipnotis seseorang  di dalam Angkot hingga diturunkan di Pondok Cabe.

Awalnya petugas kesulitan melakukan penyelidikan, lantaran Aura  yang didampingi sang suami masih terlihat begitu shok saat melapor di  Polsek Pamulang. Namun setelah ditelusuri, rupanya pengakuan dan laporan  Aura bertolak belakang dengan fakta yang dihimpun polisi.

"Hasil pendalaman kasus penculikan bayi dan keterangan dari ibu Tia teman pelapor, bahwa pelapor tidak pernah punya bayi dan laporan yang  dibuat tidak benar," terang Kompol Hadi Supriatna, Kapolsek Pamulang  kepada Okezone, Minggu (1/3/2020).

"Setelah dikonfrontir, pelapor sudah mengakui laporannya tidak  benar. Pelapor sedang diperiksa untuk didalami. Laporan selengkapnya  nanti menyusul, kita sampaikan," imbuhnya.

Menurut Hadi, polisi akan memberikan ganjaran hukum atas apa yang  diperbuat oleh pelapor yakni Aura Indah Permata, suaminya, serta yang  awal memulai menyebarluaskan kabar penculikan ini di media sosial.
"Kita akan proses. Kita sedang dalami motif dan sebagainya," tukasnya.