Pemkot Tangsel, Tidak yakin pasien korona yang meninggal berasal dari wilayahnya -->
DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Pemkot Tangsel, Tidak yakin pasien korona yang meninggal berasal dari wilayahnya

Tuesday, 17 March 2020


Saya sedang minta dan cek dulu, siapa, di mana, dan kenapa. Sementara, belum ada informasi yang jelas, kalau pun ada apakah saya punya kewenangan untuk menyampaikan informasi itu.

Tangerang Selatan (PNCOM)- Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Banten, Benyamin Davnie, tak yakin salah satu pasien korona yang meninggal berasal dari wilayahnya. Ia mengaku akan menelusuri pernyataan yang telah disampaikan Gubernur Banten Wahidin Halim terkait hal tersebut.

"Saya sedang minta dan cek dulu, siapa, di mana, dan kenapa. Sementara, belum ada informasi yang jelas, kalau pun ada apakah saya punya kewenangan untuk menyampaikan informasi itu," kata Benyamin, Selasa, 17 Maret 2020.

Sementara itu, Camat Pondok Aren Makum Sagita mengaku tak berani memberikan keterangan, terkait informasi adannya warga Pondok Aren, yang meninggal karena korona.

"Itu kewenangan Wali Kota, satu pintu di beliau," jelas dia.

Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan ada satu warga asal Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, meninggal.

"Satu orang yang positif terkena virus korona dari Pondok Aren, Tangerang Selatan, tadi sore telah meninggal," kata Wahidin dalam video yang diunggah ke akun Instagramnya, Senin, 16 Maret 2020.

Dalam video yang sama, Wahidin mengatakan, warga Banten yang dinyatakan positif korona, berada di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, berjumlah dua orang. Kemudian satu orang merupakan warga Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Serta warga Ciledug, Kota Tangerang, berjumlah satu orang.