Polda Kepri Tangkap 1 ABK Karena Sebar Hoaks soal Corona
Loading...

Polda Kepri Tangkap 1 ABK Karena Sebar Hoaks soal Corona

Wednesday, 18 March 2020


Pelaku berinisial H diduga menyebarkan informasi hoaks bahwa ada satu pasien dengan positif Corona di Provinsi Kepri. 

Jakarta (PNCOM) - Seorang anak buah kapal (ABK) atau kru Kapal Calvin harus berurusan dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau (Kepri). Ia ditangkap atas tuduhan penyebaran berita bohong alias hoaks terkait isu virus Covid-19 atau Corona.

Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt mengungkapkan, pelaku berinisial H diduga menyebarkan informasi hoaks bahwa ada satu pasien dengan positif Corona di Provinsi Kepri. Informasi palsu itu ia sebar melalui akun Facebook (FB)-nya.

"Tim Patroli Siber Polda Kepri berhasil menganalisa akun Facebook pelaku Inisial H yang telah menyebarkan berita hoaks. Dalam akunnya tersebut, H telah membagikan link konten Youtube yang mengatakan bahwa Nakhoda CMA CGM Virginia terinfeksi virus Corona," kata Kombes Pol  Harry, Selasa (17/3/2020).

Atas berita bohong yang dibagikan H ke grup FB Info Loker Pelaut itu, polisi kemudian mengonfirmasikannya ke Kemenkominfo. Rupanya, Kemenkominfo memastikan bahwa postingan tersangka itu tidak benar.

Berdasarkan fakta tersebut, Subdit V Dittipidsiber Ditreskrimsus Polda Kepri bergerak melacak keberadaan pelaku hingga akhirnya pria berinisial H itu berhasil diamankan. "Selanjutnya pelaku menjalani pemeriksaan di Polda Kepri," ujar Kombes Pol Harry.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti 1 unit hp beserta sim card-nya, KTP dan akun FB milik pelaku.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 14 dan 15 UU 1/1946 dengan ancaman hukuman pidana maksimal 10 tahun.

Lebih lanjut Kombes Pol Harry prihatin lantaran penyebaran berita hoaks terjadi di tengah situasi semua masyarakat bersatu melawan virus Corona. KombesPol Harry pun mengajak masyarakat ikut berpartisipasi melawan virus mematikan itu dengan minimal tidak menyebarkan informasi palsu.
"Mari bersama-sama menciptakan suasana tenang di media sosial dan tidak menyebarkan Informasi atau berita-berita hoaks. Beritakanlah informasi yang telah terverifikasi dan berasal dari sumber yang jelas," imbuh Kombes Pol Harry.