Sebanyak 22 ribu jiwa warga miskin di Tangsel menjadi perhatian Dinsos -->
DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Sebanyak 22 ribu jiwa warga miskin di Tangsel menjadi perhatian Dinsos

Wednesday, 11 March 2020

Pemenuhan kebutuhan kalori mereka hanya mampu Rp 520 ribu per bulan, sehingga mereka masuk dalam kategori tidak mampu.

Tangerang Selatan (PNCOM)- Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel menggelar Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sport Center, Alam Sutera, Serpong Utara, Selasa (10/3). Dalam forum tersebut Dinsos menjelaskan tupoksi kerja yang dilakukannya.

Kepala Dinsos Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman menjelaskan, Forum OPD penyusunan renja tahun 2021 ini bertujuan untuk menyelaraskan program dan kegiatan Dinsos dengan usulan program kegiatan lainnya, mempertajam idikator serta target kinerja program dan kegiatan serta merangkul isu-isu strategis penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Tangsel.

Salah satu yang jadi perhatian Dinsos, selain anak telantar, lansia terlantar, PMKS, dan lainnya, yakni warga tidak mampu atau miskin, karena di Tangsel masih ada 1,62 persen tingkat kemiskinan atau sebanyak 22 ribu jiwa warga yang tidak mampu.

“Pemenuhan kebutuhan kalori mereka hanya mampu Rp 520 ribu per bulan, sehingga mereka masuk dalam kategori tidak mampu,untuk itu kami terus melakukan pemberdayaan sosial fakir miskin dengan penyaluran dan monitoring BPNT, peningkatan pemberdayaan kapasitas Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Sosialisasi dan pemasangan identitas lavel keluarga miskin.”ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya pun melakukan pendampingan bantuan stimulant dan penataan lingkungan bagi usaha ekonomi produktif, pemberian bantuan kematian atau santunan kematian, melakukan verifikasi dan validasi data kesejahteraan sosial dan lainnya.

Wahyu kemudian menambahkan, bahwa dalam Forum OPD ini diharapkan perwakilan masyarakat bisa mengusulkan program yang menjadi unggulan Dinsos nantinya. Karena dengan usulan tersebut, masyarakat bisa berpartisipasi dalam pembangunan daerah terutama pengentasan kemiskinan di Tangsel.

Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menjelaskan,  bahwa RPJMD yang dilakukan pada masa kepemimpinannya bukan hanya berfokus pada pendidikan dan kesehatan saja. Salah satu yang dia upayakan adalah kesejahteraan masyarakat.

Saat ini pengetasan kemiskinan bukan hanya memberikan bantuan secara rutin agar kebutuhan warga miskin bisa terpenuhi.

“Tapi bagaimana yang tadinya orang miskin, statusnya bukan jadi orang miskin lagi,” kata Airin.

Dia berharap melalui Forum OPD yang dikumpulkan sebelumnya dari musrembang bisa menemukan program yang dibutuhkan oleh pemerintah dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di Kota Tangsel dan menurunkan angka kemiskinan di Tangsel.