Kesal tidak sesuai dengan janji, Tusuk wanita yang melayaninya tewas ditempat
Loading...
Loading...

Kesal tidak sesuai dengan janji, Tusuk wanita yang melayaninya tewas ditempat

Thursday, 23 April 2020


Pelaku merasa tersinggung kepada korban, karena janjinya tidak sesuai kesepakatan.

Surabaya - Pelaku bernama Ahmad Junaidi Abdillah warga asal Sampang, Madura itu ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, di pabrik keripik usus ketika sedang bekerja.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, pada saat itu pelaku merasa tersinggung kepada korban, karena janjinya tidak sesuai kesepakatan.

Sandi menerangkan, kami juga mengamankan barang bukti lainya yang digunakan pelaku ketika menghabisi nyawa korban.

“Barang bukti milik pelaku yang kami amankan berupa Jaket, tas dan dompet,” terang perwira berpangkat melati tiga dipundak itu.

Sementara itu pelaku Abdillah mengaku, kalau dirinya baru kenal dengan korban melalui Media Sosial (Medsos) aplikasi MiCat.

Selanjutnya, mereka chattingan dengan tarif berbayar ketika hendak mengencani korban sesuai kesepakatan.

“Sesuai kesepakatan tarifnya Rp 800 ribu (untuk melayani) dua kali dan Rp 500 ribu untuk satu kali (melayani),” cetusnya.

Kemudian pelaku mendatangi korban di sebuah apartemen lantaran harga tarif tersebut bisa ditawar.

“Katanya, bisa ditawar kalau saya serius datang di apartemenya, pertama dia mau Rp 500 ribu dua kali. Tapi setelah satu kali, dia tidak mau ‘main’ lagi,” ungkapnya.

Abdillah kemudian tersinggung dan marah langsung menghabisi korban ditempat tersebut. “Emosi saya tidak terbendung, kemudian ada pisau langsung saya tusukan,” cetusnya.

Korban kemudian ditemukan tewas bersimbah darah dalam kondisi hanya mengenakan baju atasan dan celana dalam di depan lift lobby service Lantai 8 Apartemen Puncak Permai Tower A, Surabaya pada Rabu (22/4/2020) pagi.