Tangsel PSBB: 12 check point di perbatasan Tangsel
Loading...
Loading...

Tangsel PSBB: 12 check point di perbatasan Tangsel

Friday, 17 April 2020


Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Bayu Marfiando, mengatakan, 12 check point di perbatasan Tangsel hanya dimaksudkan sebagai titik pemantauan Covid-19 dan bukan razia kendaraan bermotor.

Tangerang Selatan- Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan (Tangsel) akan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Sabtu, 18 April 2020. Khusus untuk wilayah Tangsel, akan ada 12 titik pengawasan atau check point di perbatasan Tangsel dengan kota lainnya. Operasional check point tersebut selama 16 hari dari 8 April-3 Mei 2020 dan dapat diperpanjang.

Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Bayu Marfiando, mengatakan, 12 check point di perbatasan Tangsel hanya dimaksudkan sebagai titik pemantauan Covid-19 dan bukan razia kendaraan bermotor. "Kalau dibilang razia tidak ada hukuman buat mereka, kita lebih kepada teguran dan yang sifatnya simpatik. Misalnya ada pengguna roda dua yang tidak menggunakan masker dan sarung tangan akan kita tegur," kata Bayu dilansir Kompas.com, Kamis (16/4/2020).

Kata simpatik ditekankan karena check point sifatnya teguran. Misalkan ditemukan pengendara motor tidak pakai masker, selama masih ada stok maka akan diberikan secara cuma-cuma.

"Terus misalkan ada kendaraan yang melebihi batasan PSBB yang harusnya 50 persen, kita akan ingatkan mereka untuk mengatur posisi duduk mereka. Kita juga ingatkan untuk seperti misalkan menyemprot kendaraan pakai disinfektan," katanya. Bayu mengatakan, bila ada yang melanggar maka diberikan teguran tertulis seperti blanko tilang tapi sifatnya teguran. Check point akan berlangsung 24 jam diisi bergantian dengan sistem piket. 

"Sesuai dengan Pergub 24 jam, makanya nanti di pos pantau ada anggota yang piket bergantian, jumlah anggotanya dari Polri enam tapi tiga sift, dua-dua tiap piket, Pol PP enam, Dishub enam, Kesehatan dua, TNI empat atau enam," katanya.