Terdampak dari kebijakan, mencuri karena lapar seorang pemulung di Sragen dapat bantuan
Loading...
Loading...

Terdampak dari kebijakan, mencuri karena lapar seorang pemulung di Sragen dapat bantuan

Wednesday, 22 April 2020


Demi perut, orang kadang bisa beruat nekat. Seperti yang dilakukan Sumardi, 41, warga Sidomulyo, Sragen Wetan, Sragen yang nekat mencuri padi di ladang yang belum siap panen.

Sragen-  Pria yang saat ini tinggal bersama kedua mertua, istri, dan anaknya di desa Pelemgadung, Karangmalang, Sragen tersebut nekat mencuri padi di ladang milik warga Kebakramat, Karanganyar. Sumardi nekat mencuri padi yang belum siap panen lantaran terdesak kebutuhan untuk makan kelaurganya. Apalagi hanya dia yang harus mencukupi kebutuhan makan untuk seluruh anggota keluarganya. Termasuk satu anaknya yang masih balita.

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi melalui Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Ismanto Yuwono mengungkapkan, perkara hukum Sumardi yang kesehariannya bekerja sebagai pemulung tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan bersama dengan korban pemilik padi.

Diungkapkan Ismanto, aksi nekat Sumardi untuk mencuri tanaman padi tersebut terjadi pada Selasa (21/4) dini hari sekitar pukul 03.00. Padi tersebut langsung dibawa Sumardi menggunakan bronjong, yang sebelumnya sudah disiapkan.

Namun ternyata aksi mencuri Sumardi dicurigai oleh petugas yang saat itu melakukan patroli. Saat diamankan, Sumardi mengaku kalau padi basah yang ia potong langsung tersebut nantinya untuk dikeringkan dan diolah menjadi beras untuk kebutuhan keluarganya.

”Padi itu dicuri dari Sumardi dengan cara memotong langsung dari sawah. Setelah kita interogasi, katanya padi tersebut akan dikeringkan dan diolah jadi beras untuk kebutuhan keluarganya. Yang bersangkutan juga belum pernah melakukan aksi kejahatan. Atas dasar itulah, kami menyelesaikan perkara tersebut dengan cara kekeluargaan dan kita berikan bantuan sembako untuk keluarganya yang ada di Sragen,” jelas kasatreskrim.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, dari hasil penyidikan, Sumardi mengaku sebelum ada pandemi Covid-19, dia hanya berpangku pada pekerjaannya sebagai pemulung. Setiap hari dia bisa mengantongi uang minimal Rp 50.000 dan cukup untuk kebutuhan keluarganya. Tapi setelah pandemi Covid-19 terjadi, setiap hari Sumardi hanya bisa mendapatkan uang maksimal Rp 20.000.

”Kita lihat alasannya mencuri itu apa. Sebelum korona, hasil dari penjualan rosok itu bisa untuk mencukupi. Tapi karena desa-desa melakukan akses penutupan, maka penghasilannya dari mencari rosok jadi menurun. Jalan satu-satunya mencuri padi dari sawah untuk diolah menjadi beras,” terang kasatreskrim.

Sementara itu, Kapolsek Kebakramat AKP Agus Raino mengungkapkan, bantuan yang diberikan kepada Sumardi tersebut berasal dari jajaran Polres Karanganyar. Yakni berupa satu paket sembako dan susu formula yang diharapakan bisa diberikan kepada anaknya yang masih balita.