Pembagian Bansos di Tangerang Selatan masih banyak kekeliruan
Loading...
Loading...

Pembagian Bansos di Tangerang Selatan masih banyak kekeliruan

Tuesday, 12 May 2020


Boro-boro bantuan uang tunai, bantuan sembako juga belum menerima sampai saat ini, kecuali bantuan sembako dari masjid, itupun baru sekali.

Tangerang Selatan- Pendataan bantuan sosial (Bansos) bagi warga Tangerang Selatan (Tangsel) yang terdampak Covid-19 rupanya masih banyak kekeliruan. Dimana seharusnya bansos yang diterima hanya untuk satu kepala keluarga (KK) Rabu (13/5/2020).

Namun, yang terjadi banyak data ganda dalam penerimaan tersebut. Seperti nama yang tertera di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) adalah nama-nama yang tertera di KK dan turut mendapat bansos.

Hal ini terjadi Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur ada beberapa nama dalam satu KK yang terdata untuk menerima bansos. Selain di Kelurahan Rempoa, menurut data yang dihimpun, ada juga di Kelurahan Muncul.

Banyak data orang yang sudah meninggal masih masuk data. Bahkan staff kelurahan pun masuk data. Kemudian pembagian tidak merata pada satu RT yang tidak ada data penerima bansos sama sekali, sedangkan di lapangan ada sekitar 9 rumah yang terdampak secara ekonomi.

Seorang pedagang kue di pasar tradisional Serpong, Ema Aom (60) yang beralamat KTP di RT 01 RW 07 kelurahan Serpong, kecamatan Serpong, dengan status Janda tua, yang selama penerapan (PSBB) Pembatasan Sosial Berskala Besar di Tangerang Selatan, sangat terdampak dengan itu, tinggal dirumah kontrakan di belakang pasar Serpong. "Bayar Kontrakan sudah jatuh tempo kebutuhan buat hari-hari repot, untung masih ada anak, jualan saya sepi mas modalnya habis buat nutupin kebutuhan" tuturnya.

"Boro-boro bantuan uang tunai, bantuan sembako juga belum menerima sampai saat ini, kecuali bantuan sembako dari masjid itupun baru sekali selama PSBB" imbuhnya.

Diharapkan kepada pihak kelurahan Serpong agar lebih cermat dalam memberikan bantuan agar tepat sasaran, di awali dari pendataan yang maksimal terutama tingkat RT/RW.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tangsel, Wahyunoto Lukman mengatakan akan menghapus data ganda dalam penyerahaan bansos.

“Ya pasti kami hapus dan paket Bansosnya tidak akan diberikan semua. Hanya 1 paket bansos untuk satu keluarga,” terang Wahyunoto saat dikonfirmasi, Minggu (11/5/2020).

Ia juga akan segera memberikan pemahaman kepada Camat, Lurah, RT dan RW agar melaporkan jika ditemukan data ganda dalam pendataan bansos.

“Untuk pemahaman bersama bapak ibu Camat, Lurah, Ketua RW/RT bahwa dinamika keadaan atau fakta lapangan dengan data yang ada semua fleksibel sangat terbuka disesuaikan perbaikan, penambahan, penghapusan. Apabila ditemukan data penerima ganda atau duplikasi, atau duplikasi dalam 1 keluarga dan lain-lain, Dinsos siap akomodir dinamika yang ada untuk perbaikan,” jelasnya.

Adanya kekeliruan pendataan dalam DTKS, Wahyunoto berdalih jika pihaknya tidak siap memanfaatkan aplikasi dan lebih memilih menginput data secara manual.

“Diawal pendataan banyak unsur tidak siap memanfaatkan sistem aplikasi, diinput secara manual dalam format excel semua butuh akselerasi harus segera disampaikan usulan ke Kemensos maupun ke Provinsi,” ungkap Wahyunoto.

“Dan semua sektor maupun lintas pemerintah sepakat bahwa apapun data yang ada tidak baku, melainkan harus terus diperbaiki sehingga ada yang lolos tidak patut, tidak layak double kita perbaiki dan dibatalkan penyaluran bansosnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wahyunoto mengaku akan terus mengawal bansos untuk tepat sasaran. Jika memang ada data ganda pihaknya akan membatalkan bantuan tersebut.

“Dan prinsip semua yang pantas layak perlu bantuan, kita kawal untuk dapat bansos serta yang tidak layak ganda atau duplikasi agar dicancel atau batalkan,” imbuhnya.