Polda Metro Jaya Tangkap 3 Perampok Modus Aplikasi MiChat -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Polda Metro Jaya Tangkap 3 Perampok Modus Aplikasi MiChat

Monday, 8 June 2020


Kombes Pol Yusri Yunus: Kami duga mereka sudah beberapa kali beraksi dengan modus serupa, tapi masih didalami.

Jakarta - Dua perampok sepeda motor menggunakan aplikasi MiChat layanan seks gay dilumpuhkan timah panas oleh polisi. Keduanya ditembak anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya lantaran berusaha kabur saat ditangkap.

Otak komplotan rampok, Taufik Hidayat, 36 alias TH alias TH alias Aphe, dan ZA ditangkap dikawasan Tebet, Jakarta Selatan. Polisi hingga kini masih menyelidiki berapa kali kawanan ini beraksi dengan modus jasa layanan seks sesama jenis. 

"Kami duga mereka sudah beberapa kali beraksi dengan modus serupa, tapi masih didalami," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Senin (8/6/2020).

Dikatakan, dari keterangan kedua tersangka, polisi kembali berhasil menangkap penadah Handphone yakni D, tak jauh dari lokasi kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Polisi masih memburu FS alias Ojan yang ikut beraksi di lapangan.

Seperti diberitakan, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap 3 dari 4 tersangka perampok yang menyasar penyuka sesama jenis atau gay. Modusnya kawanan ini adalah menawarkan layanan seks sesama jenis kepada calon korbannya melalui media sosial WeChat.

Setelah janjian dan korban sepakat bertemu dengan salah satu tersangka, saat itulah kawanan ini akan memperdayai korban dan menggasak barang berharga korban. Mereka mengancam korban dengan menggunakan celurit.

Dari tiga tersangka yang ditangkap, dua orang adalah eksekutor di lapangan sekaligus otak kawanan ini. Yakni Taufik Hidayat alias TH alias Aphe, dan ZA alias Z. Tersangka TH, otak kawanan ini yang  juga seorang gay.

Sementara satu pelaku lainnnya yang ditangkap adalah D, penadah barang curian yakni HP korban. Untuk yang buron adalah FS alias Ojan yang juga eksekutor di lapangan.

Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang ancaman hukumannya hingga 9 tahun penjara.