Cacat fisik Ahmad Yunaidi, tidak menjadi halangan untuk menjadi tulang punggung keluarga -->
DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Cacat fisik Ahmad Yunaidi, tidak menjadi halangan untuk menjadi tulang punggung keluarga

Sunday, 12 July 2020


Ahmad Yunaidi (45) akrab dipanggil dengan sapaan Dedi seorang yang bertempat tinggal dijalan Gotong Royong 7, Kelurahan Larangan Indah Kecamatan Cileduk, Kota Tangerang, Banten. (12/7/2020).

Tangerang Kota- Ahmad Yunaidi berjuang melewati batas dirinya untuk menjadi tulang punggung keluarga menghidupi Ibu Kandung bernama Husnah seorang janda.

Dedi sejak lahir mengalami cacat fisik  kedua kakinya, sehingga tidak bisa berjalan dengan normal dan ditambah tidak bisa bicara normal sejak lahir hingga dewasa saat ini.

Kata Husnah ibu kandung Dedi mengatakan, sebelum Ayah kandung Dedi meninggal Dunia sekitar 20 tahun yang lalu,  Ayah kandung Dedi yang menjadi tulang punggung keluarga.
Semenjak Ayah kandung Dedi meninggal dunia, Saya bersama Dedi ikut bersama kakak kandungnya Dedi,  
Setelah beberapa tahun ikut Kakak kandung Dedi satu rumah tidak lama kemudian kakak kandung Dedi juga meninggal Dunia. Sehingga saya bersama Dedi tidak tinggal bersama lagi oleh kakak ipar Dedi.

Akhirnya saya bersama Dedi tinggal berdua dikontrakan satu petak, Dedi mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup keseharian dan membayar kontrakan rumah.
Dengan menjadi tukang parkir pertigaan jalan, mengatur lalu lintas. Sejak usia remaja. 

Hasil kerja Dedi juga tidak menentu, kadang ada yang belas kasihan kasih uang saat Dedi mengatur lalu lintas ada pengendara sepeda motor ataupun mobil yang melintas.

Sekitar 5 tahun belakangan ini Dedi menikah.Jadi kami tinggal dirumah kontrakan bertiga bersama istri Dedi.
Kebeulan istri Dedi juga bekerja menjadi pembantu rumah tangga tidak jauh dari tempat kami tinggal.

Saat ditanya tentang atribut seragam  Polisi Lalu Lintas dengan lengkapnya,  Suminah mengatakakan. Seragam tersebut dikasih oleh anggota Polisi kebetulan rumah kontrakan kami berdekatan dengan Komplek Asrama Polisi di Larangan Indah ini.

Karena semenjak kecil Dedi bercita cita ingin menjadi anggota Polisi akan tetapi Dedi mempunyai cacat fisik sejak.lahir.

Alhamdulillah Dedi saat ini senang dan bahagia ada yang ngasih seragam anggota Polisi Lalu Lintas  dengan lengkap malah sering sekali banyak Polisi yang datang ke kontrakan kami. Dan belum lama ada banyak Polisi dari Polda datang ke kontrakan kami kasih Dedi 2 Piagam dari Kepolisian Polda.
Saat ini sudah dipasang di dinding tembok kami.Tambah Dedi semakin bahagia punya piagam dari Kepolisian Polda." kata Suminah.

Kisah Dedi semoga menjadi motivasi diri, untuk lebih bersyukur apa yang telah di miliki saat ini dan menpunyai bentuk tubuh fisik yang normal. Sehingga bisa memaksimalkan untuk usaha dan beribadah.