Dampak COVID-19, Ribuan pekerja di Tangsel kena PHK -->
DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Dampak COVID-19, Ribuan pekerja di Tangsel kena PHK

Sunday, 5 July 2020

Ilustrasi.

Ribuan pekerja berasal dari sektor industri, kepariwisataan dan hiburan, seperti hotel dan restoran, serta UMKM, (5/7).

Tangerang Selatan- Ribuan pekerja di Tangerang Selatan (Tangsel) kehilangan pekerjaan akibat Pemutusan hubungan kerja (PHK). Terdampak pandemik COVID-19, tak sedikit perusahaan yang terpaksa melakukan rasionalisasi, bahkan ada yang sampai gulung tikar.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel Endang Wahyuningsih, sejak Maret 2020, pihaknya mencatat terjadi 2.754 orang terkena PHK.

"Ribuan pekerja berasal dari sektor industri, kepariwisataan dan hiburan, seperti hotel dan restoran, serta UMKM," papar Endang, Jumat (3/7).

1. Sebanyak 246 pengangguran berasal dari UMKM juga gulung tikar
Dalam wabah yang mengungkung dunia ini, tak hanya perusahaan-perusahaan besar yang terkena dampak, melainkan para pelaku usaha kecil bahkan mikro pun "megap-megap" akibat daya beli masyarakat yang turun drastis.

"Sebanyak 1.626 pekerja yang terkena PHK di 43 perusahaan, 882 pekerja dirumahkan dari 80 perusahaan dan 246 orang dari sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)," kata Endang.

2. Warga terkena PHK berasal dari berbagai daerah, sebanyak 851 orang merupakan warga Tangsel
Endang mengatakan, ribuan pekerja yang harus kehilangan pekerjaannya tersebut berasal dari sejumlah daerah. Untuk warga Tangsel sendiri, terdapat 851 orang. 

"Mereka tinggalnya ada di Depok, Serang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang. Itu semua yang kerja di Tangsel. Itu data mulai dari bulan Maret," kata dia. 

3. Pendataan angka pengangguran pasti masih terus dilakukan
Saat ini, Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel masih berupaya untuk mendata seluruh pekerja yang terkena PHK, khususnya warga Tangsel. Untuk selanjutnya, para pekerja itu harus membuat Kartu Prakerja. Selain itu, untuk langkah ke depannya Pemkot Tangsel juga akan berupaya memfasilitasi seluruh korban PHK tersebut dengan menyediakan pelatihan. 

"Yang pasti (pada tahun) 2021, karena menggunakan anggaran 2021. Itu untuk yang warga Tangsel," kata Endang.