Duh! Siswi SMPI di Serpong rela begadang sampai subuh demi kuota internet -->
DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Duh! Siswi SMPI di Serpong rela begadang sampai subuh demi kuota internet

Thursday, 30 July 2020


Siti Hidayati (12), rela begadang sampai Subuh, dari jam 12 Malam demi membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Tangerang Selatan- Hidup berkekurangan sudah terbiasa bagi Siti Hidayati (12) Seorang anak perempuan yang tinggal bersama Nenek dan Bapak nya di rumah kontrakan yang ada di belakang pasar tradisional Kelurahan Serpong Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten (30/7/2020).

Siti Hidayati (12) rela begadang sampai Subuh, dari jam 12 Malam demi membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan dari Abdul (41) dan Sona (38) Siti Hidayati bersama Kakak perempuannya membantu Nenek membuat olahan makanan tradisional untuk dijual di pasar Serpong sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar dari kelas Lima, karena sekarang Siti Hidayati sudah sekolah di SMP kelas Tujuh disebuah SMPI  yang ada dikawasan Serpong.

Siti Hidayati bersama Kakak perepuannya tinggal bersama Neneknya, semenjak Bapak dan Mamahnya bercerai.

Adapun keuntungan hasil dari jualan makanan tradisionalnya, Neneknya memberi Siti Hidayati 10 ribu rupiah untuk kebutuhan membeli kuota internet, agar Siti Hidayati tetap bisa belajar secara daring.

"Bantu Nenek buat kue dari jam 12 malam sampai subuh, saya antar ke pasar, setelah itu baru tidur sebentar setelah salat Subuh" kata Siti Hidayati dirumah  kontrakan belakang pasar Serpong.

Siti Hidayati menjadi Siswa kelas Tujuh di Sekolah Menengah Pertama Islam Insan Mulia (SMPI) di Serpong Kota Tangerang Selatan.

Sebagai seorang pelajar, Siti Hidayati mengaku tidak terganggu dengan pekerjaannya itu.

Justru, uang dari hasil berjualan makanamn tradisional tersebut bisa digunakan untuk membeli kouta internet.

Menurut Siti Hidayati dalam sehari diberi 10 ribu rupiah dia atur diirit-irit agar bisa beli kuota dan jajan" di irit-irit agar bisa beli kuota sama jajan" ujarnya.

Sejak pandemi Covid-19, kegiatan belajar dan mengajar (KBM) siswa di sekolah diganti dengan belajar secara daring dari rumah.

Sementara itu, Neneknya Siti Hidayati Aom (60) mengatakan, cucu keduanya, membantu membuat kue atas inisiatif sendiri meski kadang harus di ingatkan karena ketiduran.

Dia tidak pernah meminta anaknya untuk membantunya.

"Kemaunya anaknya sendiri, awalnya dari iseng tapi tetap saya ingatkan untuk belajar. Saya mau cucu Saya pada seolah semua, biar pada pinter, buat bekal masa depan Dia" ujarnya.