Pengebangan kasus pembunuhan Bos Roti, Polisi ciduk oknum dokter -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Pengebangan kasus pembunuhan Bos Roti, Polisi ciduk oknum dokter

Wednesday, 19 August 2020


Polda Metro Jaya Gelar Rekontruksi Klinik Aborsi di Kenari, Jakarta Pusat.

Jakarta –  Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya hari ini, Rabu (18/8/2020) menggelar rekontruksi klinik aborsi di Klinik Dr. SWS, Sp. OG, Jl. Raden Saleh I Rt. 002/002 No. 10 A Kel. Kenari Kec. Senen, Jakarta Pusat.

Rekontruksi tersebut dilakukan untuk mencocokkan hasil pemeriksaan para tersangka dengan yang ada dilapangan untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Dir Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, rekontruksi dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) dan para tersangka melakukan adegan perannya di kasus tersebut.

"Ya, hari ini digelar rekontruksi kasus aborsi yang melibatkan 17 tersangka di TKP," kata KombesPol Tubagus, Rabu (18/8/2020).

Seperti diberitakan, Subdit Resmob membongkar klinik aborsi dari hasil pengembangan kasus pembunuhan berencana Bos Roti WN Taiwan, Hsu Ming-Hu (HMH),52. Tercatat sejak tanggal 2 Januari 2019 sampai 10 April 2020 sebanyak 2.638 pasien melakukan aborsi.

Petugas menciduk 17 tersangka dari Klinik Dr. SWS, Sp. OG, di Jalan Raden Saleh dan Kenari, Senen, Jakarta Pusat, pada 3 Agustus 2020. Mereka adalah dr. SS, 57, dr. SWS, 84, dr. TWP, 59, EM, 68, AK, 27, SMK, 32, W, 44, J,52, M, 42, S,52, WL, 46, AR,44, MK,38, WS,49, CCS,22, HR,23 dan LH,46.

Klinik tersebut didirikan tersangka J, 52 bersama dr. SWS, Sp.OG. Jika dihitung dari data 2.638 pasien aborsi selama setahun, dalam sehari klinik tersebut melakukan aborsi 5 hingga 7 pasien. Dari hasil aborsi itu, para tersangka meraup omset Rp 70 juta perbulan.

"Dalam kegiatan klinik, tersangka dr. SWS, Sp.OG dibantu tersangka dr. SS dan tersangka dr. TWP, biaya aborsi pada klinik tersebut bervariasi berdasarkan usia kandungan," kata KombesPol  Tubagus

Dikatakan, untuk biaya usia kandungan 6 hingga 7 Minggu biaya Rp1,5 hingga Rp 2 juta. Usia kandungan 8 sampai 10 Minggu biaya Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta. Usia kandungan 10 sampai 12 minggu biaya Rp 4 juta sampai Rp 5 juta dan usia 15 sampai 20 Minggu biaya Rp 7 juta hingga Rp 9 juta.

Dari klinik petugas menyita berbagai macam barang bukti diantaranya : Mesin Ultrasonoghraphi Merek Medison, Alat Usg, Electric Suction Apparatus Model Ybdx-23b, 2 unit Electric Suction Apparatys B70-30, Printer Usg Merek Sony Warna Putih, Troli, dan Selang Kateter.

Kemudian pengait, aligator, spul, 3 spuit berisi pain killer, spuit baru dalam kemasan, 2 flacon profol anestesi intravena, kotak obat CTM, stetoskop, 3 klem uterus, kanul, busi, kuretase, 3 sonde uterus, 10 tenakulum, 6 spekulum sim, 2 tabung bius lokal ethylchloride hingga uang hasil klinik aborsi.