Sadis, seorang suami di Jombang bunuh Istri karena cemburu -->
DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Sadis, seorang suami di Jombang bunuh Istri karena cemburu

Saturday, 1 August 2020


Menanyakan uang yang ia kirimkan itu dirupakan dalam bentuk apa. Namun demikian, sang istri selalu menghindar dan tidak memberikan penjelaskan secara gamblang.

Jombang- Motif pembunuhan yang dilakukan Safa’at (49) terhadap istrinya, Sri Estuningati (49), mulai terkuak. Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, aksi sadis itu dilatarbelakangi rasa cemburu.

Kepulangan Safa’at dari Amerika sejak empat bulan lalu memang membuat perubahan dalam rumah tangganya. Sejak itu biduk rumah tangga warga Dusun Ngenden, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno ini mulai oleng. Pertengkaran demi pertengkaran kerap terjadi. “Dugaan sementara sang suami cemburu,” kata Kapolsek Mojowarno AKP Yogas, Sabtu (1/8/2020).

Yogas menjelaskan, Safa’at bekerja di Amerika sekitar sembilan tahun. Sejak itu pria berkepala plontos ini memgirimkan uang kepada sang istri. Tentu untuk digunakan kebutuhan sehari-hari dan ditabung. Kemudian Safaat kembali ke rumahnya empat bulan lalu. Dari situlah permasalahan muncul.

Safa’at menanyakan uang yang ia kirimkan itu dirupakan dalam bentuk apa. Namun demikian, sang istri selalu menghindar dan tidak memberikan penjelaskan secara gamblang. Terkahir Sri menunjukkan lahan yang dia beli dari hasil kerja sang suami. Ironisnya, lahan/kebun tersebut ternyata sudah tergadai.

“Nah, dari situlah mereka kerap cekcok. Pelaku curiga ada orang ketiga dalam rumah tangganya. Puncaknya pada Jumat (31/7/2020) malam, sang suami membunuh istrinya dengan sadis,” kata Yogas ketika disinggung sola motif pembunuhan itu.

Diberitakan sebelumnya, tragedi berdarah terjadi Jumat (31/7/2020) sekitar pukul 20.00 WIB di rumah pasutri Safa’at – Sri Estuningsih di Dusun Ngenden, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno. Awalnya, pasangan suami istri ini terlibat cekcok mulut yang dipicu oleh persoalan rumah tangga.

Kapolsek Mojowarno AKP Yogas menunjukkan barang bukti sebilah golok yang dipakai Sufaat menghabisi istrinya.

Itu adalah cekcok yang kesekian kalinya semenjak Safa’at pulang dari Amerika empat bulan lalu. Malam itu keduanya tidak ada yang mau mengalah. Praktis perang mulut itu berubah menjadi adu fisik. Sang suami akhirnya gelap mata. Dia mengambil golok dan disabetkan ke kepala dan leher sang istri berkali-kali.

Darah segar mengucur dari tubuh korban. Perempuan yang tinggal di Dusun Ngenden ini akhirnya roboh bersimbah darah. Sri meninggal di lokasi kejadian. Kondisi tersebut tidak membuat Safa’at sadar. Pria berkepala plontos ini kemudian naik ke lantai dua rumahnya untuk mencari Noval yang berada di kamarnya untuk melakukan hal serupa.