Sistem Belajar Online, Oknum Guru Honorer Cabul, Ditangkap Polisi -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Sistem Belajar Online, Oknum Guru Honorer Cabul, Ditangkap Polisi

Sunday, 30 August 2020


Polisi menangkap seorang pria yang berstatus sebagai guru honorer di salah satu SD kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, (31/8).

Tanjung Jabung Barat- Dunia pendidikan kembali tercoreng, di tengah pandemi COVID-19 yang proses pembelajarannya dilakukan secara daring/online di rumah aja, rupanya dimanfaatkan oleh oknum guru untuk melancarkan aksi bejat.

Di Jambi, polisi menangkap seorang pria yang berstatus sebagai guru honorer di salah satu SD kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, Jambi lantaran aksi bejatnya mencabuli siswi SMA di rumahnya.

Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro mengatakan, bahwa kasus pencabulan terhadap siswi SMA ini sangat memprihatinkan. Apalagi dilakukan oknum guru yang memanfaatkan situasi belajar online di masa pandemi COVID-19.

"Pelaku ditangkap di rumahnya di RT 02, betara lll, desa Pematang lumut, kecamatan betara, kabupaten Tanjab barat, jambi, sekitar pukul 03:00 wib" kata Guntur, Sabtu (29/8/2020).

Pelaku yang merupakan mentor bimbel online berinisial AG (31), membuka bimbel online via WhatsApp (WA) grup 'Belajar Club' untuk siswa SMA. Dengan modus tersebut, pelaku membujuk korban untuk belajar ke rumahnya.

Melalui WA grup tersebut, pelaku yang merupakan seorang guru honorer di salah satu SD di pematang lumut, betara, Tanjab barat, Jambi ini perperan sebagai mentor dalam grup tersebut.

Korbannya berinisial M (16) , siswi SMA yang berasal dari Palembang, sumatera selatan (Sumsel) termasuk anggota yang paling aktif bertanya dalam grup tersebut. Hal ini membuat komunikasi antara keduanya berlangsung intens.

"Namun sebagai mentor, pelaku tidak menyebutkan identitasnya sebagai guru honorer SD, Hanya menyebutkan ahli di mata pelajaran matematika dan kimia" kata Kapolres.

Menurutnya, pencabulan yang menimpa siswi kelas 1 SMA itu terjadi pada 15 Februari 2020 lalu. Pelaku mengajak korban ke jambi dan korban memberanikan diri ke jambi, aksi bejat pelaku pertama kali dilakukan di rumahnya pada waktu subuh.