Tangsel terapkan WFH lebih banyak -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Tangsel terapkan WFH lebih banyak

Monday, 21 September 2020

 


Sudah membuat surat edaran dengan edaran MenPan RB, bahwa untuk ASN ini masuknya 25%. Iya dikurangin, sebelumnya kan 50%..

Tangsel- Demi mengantisipasi klaster perkantoran, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menerapkan sistem kerja di rumah atau work from home (WFH) lebih banyak.⁣⁣

⁣⁣

Sebelumnya, WFH hanya berlaku bagi 50% pegawai. Menyusul semakin bertambahnya jumlah kasus Covid-19, pegawai yang WFH ditambah menjadi 75%.⁣⁣

⁣⁣

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tangsel, Apendi di Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Senin (21/9/2020).⁣⁣

⁣⁣

Apendi mengatakan, kebijakan penambahan jumlah pegawai yang WFH juga didasari pada surat edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB)⁣⁣

⁣⁣

"Di kita, kita sudah membuat surat edaran dengan edaran MenPan RB, bahwa untuk ASN ini masuknya 25%. Iya dikurangin, sebelumnya kan 50%. Kita berdoa saja, semoga sehat-sehat saja, ternyata kan ada yang kena, teman kita ada yang kena," ujar Apendi.⁣⁣

⁣⁣

Bagi pegawai yang bekerja di rumah, masing-masing sudah memiliki tugas dari atasannya.⁣⁣

⁣⁣

Laporan pekerjaan akan dievaluasi setiap hari sampai ke tingkat tertinggi, dalam hal ini kepala dinas.⁣⁣

⁣⁣

"Absen mah kan sudah pakai online ya. Kan mereka punya tugas dan dipantau atasannya masing-masing. Staf kepada Kasinya, Kasi kepada Kabidnya Kabid kepada saya, apa yang tugas diselesaikan," ujarnya.⁣⁣

⁣⁣

Apendi mengatakan, jika ada pegawai yang tidak disiplin mebjalankan tugas dan keluyuran, maka akan dijerat sanksi.⁣⁣

⁣⁣

Apendi menegaskan bahwa WFH bukan berarti libur dan pegawai bebas berkeluyuran.⁣⁣

⁣⁣

"Ya kena sanksi sama saya. Ya sanksinya kan jelas, tugas dia di rumah, bekerja, tidak boleh keluyuran. Kalau keluyuran laporkan saja kepada saya," jelasnya.⁣⁣