Antisipasi banjir, sistem buka tutup pintu air Bendung Bekasi diminta disesuaikan -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Antisipasi banjir, sistem buka tutup pintu air Bendung Bekasi diminta disesuaikan

By: PAWARTA tv
Wednesday, 11 November 2020


Demi mengantisipasi luapan Kali Bekasi meluber hingga menggenangi perumahan di sepanjang bantarannya.


Kota Bekasi- Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengusulkan agar sistem buka tutup pintu air Bendung Bekasi dilakukan penyesuaian sepanjang musim hujan. 


Hal tersebut dilakukan demi mengantisipasi luapan Kali Bekasi meluber hingga menggenangi perumahan di sepanjang bantarannya.


Usulan tersebut disampaikan Tri usai memimpin rapat kerja antisipasi banjir bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Perusahaan Jasa Tirta II, Komunitas Peduli Cikeas Cileungsi, serta perwakilan warga di permukiman bantaran Kali Bekasi.


"Setelah mendengar masukan dari sejumlah pihak, saya minta petugas Bendung Bekasi melakukan bukaan pintu air yang lebih lebar, yakni hingga 1,75 meter. Lalu bukaan selebar itu jangan hanya dilakukan saat debit air Kali Bekasi tinggi sejak dari hulu, akan tetap dibiarkan dibuka selebar itu sepanjang musim hujan," katanya, Rabu (11/11/2020).


Usulan tersebut disampaikan setelah mencermati kejadian banjir pada Oktober 2020.

Tingginya debit air dari hulu Kali Bekasi yang bersumber dari Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi tidak mengalir lancar ke hilir. 


Selain bukaan pintu Bendung Bekasi yang baru dibuka saat debit air tinggi, sumbatan sampah di sejumlah titik sepanjang aliran Kali Bekasi juga turut menghambat kelancaran laju air menuju ke hilir.


"Karena debit air tertahan tumpukan sampah, tingginya debit air tertahan hingga mengakibatkan 'back water' dan kemudian meluber ke permukiman di sepanjang bantarannya. Sementara jika bukaan pintu bendung lebih lebar dan terbuka sepanjang musim hujan, air lebih cepat mengalir menuju hilir meski sewaktu-waktu ada lonjakan debit dari hulu," katanya.


Perwakilan BBWSCC yang hadir dalam pertemuan tersebut, Hamid, mengatakan usulan tersebut akan dikaji terlebih dulu sebelum diimplementasikan.