Gerhana bulan total 26 Mei fenomena unik, banyak yang berjiwa sosial -->

Gerhana bulan total 26 Mei fenomena unik, banyak yang berjiwa sosial

By: M Abdul Rosyid
Wednesday, 26 May 2021

Dok. istimewa


Ada energi wahyu dari Tuhan yang akan hadir, semoga hadirnya masuk kepada orang yang tepat. Bisa memberi pemecahan dari masalah-masalah yang terjadi pada saat ini.


Jakarta - Gerhana bulan total hari ini, menjadi fenomena unik bagi sebagian besar orang. Sebab hal seperti ini tidak sering terjadi. Sehingga menjadi kesempatan menarik untuk disaksikan.


Gerhana diperkirakan terjadi selama 3 jam 7 menit. Dengan 14 menit durasi gerhana total.

 

Namun bagaimana penerawangan fenomena ini.


Berikut penjelasan Jero Mangku Gede Made Bayu, kepada Tribun Bali Rabu 26 Mei 2021.


Prediksi tentang gerhana bulan purnama yang jatuh pada hari Rabu atau Buda Paing, Sasih Sada, Wuku Klurut, bahwa akan banyak hal yang terjadi.


"Astawaranya adalah indera penggerak, artinya pada gerhana sekarang ini. Banyak hal positif dan kurang baik yang perlu diantisipasi," sebutnya.


Hal baiknya, terlihat dari Sadwara Aryang atau mengecil. Artinya, ada persoalan yang besar di masa lalu yang kemungkinan besar bisa mengecil.


"Jadi pada saat sekarang, ada hal yang cukup besar bisa mengecil," jelas pria yang dikenal dengan nama lain Jero Master Made Bayu Gendeng ini.


Di sisi lain, ada Sangawara Ogan. Kemunculannya diperkirakan pertanda adanya kebimbangan atau kebingungan.

 

Sehingga bisa jadi ada beberapa keputusan dari pemimpin atau oleh pengambil kebijakan yang membuat kebimbangan.


Termasuk di masyarakat juga akan muncul kebimbangan.


"Nah di sini yang harus diketahui. Lalu karena di sini Sasih Sada dikuasai oleh Sang Hyang Sada, kemudian Bhatara Wisnu di Wuku Klurut ini, serta Indra dengan Astawara air. Maka harus berhati-hati dengan air," katanya.


Sehingga ia menyarankan agar berhati- hati dengan air laut, atau segala sesuatu yang berhubungan dengan air.


Seperti gelombang tinggi, atau gejolak air lainnya.


Lalu Dasawaranya adalah Manusa, yang berarti pada saat sekarang akan muncul orang-orang dengan rasa sosial.


Permasalahannya muncul gerhana di purnama yang sekarang. Sebenarnya adalah menjadi sedikit harus diwaspadai tetapi tidak perlu ditakutkan.


"Bahwa pada hari ini saat ini akan lahir seseorang atau sesuatu yang nantinya akan menjadi orang kuat dan pandai," katanya.


Nah ini yang harus diingat, bila baik bisa menjadi baik sekali namun bila kurang baik bisa menjadi kurang baik.


Sehingga perlu asuhan atau bimbingan terhadap orang tersebut. Kelahiran itu diperkirakan antara tanggal 26-28 Mei 2021 ini.


Dimana akan lahir orang yang cukup luar biasa, dan perlu dibimbing dengan baik untuk masa depannya.


Hari ini juga masih dalam pengaruh bintang Gemini.


Mempengaruhi udara cepat berubah. Cara berpikir manusia juga cepat berubah, keputusan yang muncul berubah.


Jadi banyak fitnah yang muncul dalam beberapa saat ke depan.


Kemudian dari Wuku Klurut, jumlahnya 8. Dengan ada angka rahasia kehidupan, 8,4,5 dengan makna tersendiri. Angka 8 adalah angka infinity atau angka kuncian.


Disebut juga kutus dalam Bahasa Bali. Dimaknai akan ada utusan yang akan hadir.


"Maksudnya ada energi wahyu dari Tuhan yang akan hadir, semoga hadirnya masuk kepada orang yang tepat. Bisa memberi pemecahan dari masalah-masalah yang terjadi pada saat ini," ujarnya. Dari angka rahasia kehidupan di angka 84 perlu diwaspadai, khususnya dalam hubungan rumah tangga atau hubungan keharmonisan rumah tangga bisa agak sedikit memanas. Hubungan ini juga termasuk di dalam pemerintahan. Dan lain sebagainya.


Untuk menghindari energi negatif, kata dia, alangkah baiknya pada hari ini yang juga bertepatan dengan Waisak.


Agar melakukan sembahyang dan meditasi khususnya di malam hari.


Hal itu sangat bagus, apalagi jika sanggup dibarengi dengan puasa. Guna mengekang hawa nafsu yang tidak baik.


"Saya yakin dengan kekuatan doa kita bersama, Bali dan kita khususnya akan menemui hal-hal yang baik ke depannya," katanya.


Jero Bayu Gendeng juga merasakan hal mistis. Karena melihat gerhana darah atau merah hari ini.


"Jadi energi mistis yang muncul itu adalah energi 2 kekuatan, kekuatan ini yang bisa membuat cakra, terutama Cakra Muladara dan Cakra Swadistana lebih meningkat," sebutnya.


Yaitu hawa panas emosi, rasa mencurigai, rasa fitnah dan lain sebagainya.


Maka di sini yang diperlukan adalah kontrol diri, kembali pada mulat sarira karena di sini energi tersebut akan mengakibatkan fitnah atau pisuna atau kala raja pisuna akan muncul tidak terkendali.


"Cara mengendalikannya adalah meningkatkan rasa pemahaman yang baik agar tidak langsung segera mempercayai fitnah tersebut," tegasnya. (*)