TOP! Cegah penyebaran COVID-19 Siswa SMAN ini buat aplikasi -->

Breaking news

News
Loading...

TOP! Cegah penyebaran COVID-19 Siswa SMAN ini buat aplikasi

Tuesday, 22 June 2021

Dokumen istimewa (23/6).


"Di dalam aplikasi ada sensor jaga jarak, self checking, reminder set, protection alert, radar sensor, dst,."


Ponorogo- Siswa SMAN 3 Ponorogo, Mauli Dwi Ananda (15), Dhea Nanda Puspita (16) dan Azzahra Desvania Rifda Salwa (16) membuat aplikasi pencegah penyebaran virus COVID-19 di tempat wisata. Para wisatawan pun bisa tetap mematuhi protokol kesehatan meski sedang liburan.


Rancangan ketiga siswa ini mampu menyabet juara pertama dalam lomba 'Warmadewa Travel Health Scientific Competition' yang diselenggarakan pada 23 Mei 2021 lalu.


"Di dalam aplikasi ada sensor jaga jarak, self checking, reminder set, protection alert, radar sensor, dst," tutur Mauli kepada detikcom, Minggu (13/6).


Mauli menambahkan aplikasi ini dilengkapi dengan sensor jaga jarak. Ketika jarak satu pengunjung dengan pengunjung lain kurang dari 3 meter maka alarm di HP akan berbunyi.


"Cara mematikan alarm hanya dengan menjaga jarak, dimatikan manual tidak bisa," papar Mauli.


Namun, lanjut Mauli, HP wisatawan harus terhubung dengan sinyal internet yang baik. Sebab, aplikasi ini memanfaatkan signal GPS dari masing-masing HP wisatawan. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini bisa mengurangi penyebaran COVID-19 di lokasi wisata.


"Melihat banyaknya kerugian Telaga Ngebel dan Mloko Sewu mengalami kerugian karena tutup, kami ingin aplikasi ini bisa membantu agar sektor pariwisata tetap berjalan kembali," tandas Mauli.


Sementara, guru pembimbing Siti Nurwaqidah menambahkan, dalam lomba itu siswa diwajibkan membuat rancangan untuk tempat wisata agar tetap berjalan meski pandemi COVID-19. "Essay berupa gagasan yang unik, paling bagus ya pembuatan aplikasi," imbuh Ida.


Harapan ke depan, lanjut Ida, gagasan aplikasi ini bisa diperbaiki terutama agar bisa terhubung dengan pembayaran secara online.


"Tapi warung makan atau restoran di lokasi wisata harus terhubung secara online, supaya bisa melakukan pembayaran secara elektronik," pungkas Ida. (dnr/*)