Kabupaten Ciamis: Pilkades serentak 2020 -->

Menu Atas

DESKRIPSI GAMBAR
Loading...

Kabupaten Ciamis: Pilkades serentak 2020

By: PAWARTA tv
Saturday, 19 December 2020




"Panitia secara ketat mempedomani protokol kesehatan (prokes), mulai dari pemilih diberikan sarung plastik tangan dan tusuk sate untuk mencoblos digunakan sekali pakai".


Ciamis - Pilkades serentak 2020 di Kabupaten Ciamis berlangsung hari ini. Pada pelaksanaannya, panitia secara ketat mempedomani protokol kesehatan (prokes), mulai dari pemilih diberikan sarung plastik tangan dan tusuk sate untuk mencoblos digunakan sekali pakai.

Tak hanya itu, beberapa tempat pemungutan suara (TPS) pun dijaga oleh Satuan Brimob Polda Jabar. Sejumlah pejabat, personel TNI-Polri dan unsur Forkopimda Ciamis dikerahkan untuk mengawasi penerapan prokes di TPS secara tersebar. Disiplin prokes ini guna mencegah penularan virus Corona atau COVID-19 di kegiatan Pilkades Ciamis.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya melakukan pemantauan dengan berkeliling ke setiap kecamatan. Saat ini sebanyak 143 desa dari 27 kecamatan di Ciamis menggelar pesta demokrasi Pilkades. Lebih dari 1.000 TPS dibuat untuk memecah kerumunan warga yang akan mencoblos.

"Alhamdulillah tadi sudah memantau sejumlah TPS di beberapa kecamatan, secara keseluruhan Pilkades serentak di Ciamis berjalan lancar, aman dan tertib," ujar Bupati Ciamis Herdiat Sunarya usai melakukan pemantauan, Sabtu (19/12/2020).

Herdiat mengaku bangga kepada panitia Pilkades dan masyarakat yang betul-betuk mempedomani protokol kesehatan. Semua TPS memiliki sarana dan prasarana seperti, masker, cek suhu, cuci tangan, sarung tangan plastik dan tidak terjadi kerumunan, dilansir detikcom.

"Setiap TPS mempedomani protokol kesehatan, insyaallah yang diharapkan pemerintah dapat terlaksana dengan baik. Hampir tidak ada kerumunan, warga teratur, datang, cuci tangan, jaga jarak, nyoblos langsung pulang," tutur Herdiat.

Ia mengemukakan dari penambahan 660 TPS, pemerintah menambah anggaran sekitar lebih Rp 3 miliar. Meski besar, kata Herdiat, tidak menjadi persoalan, terpenting Pilkades bisa dilaksanakan setelah dua kali ditunda.

"Tidak apa-apa biaya mahal, tapi akan lebih mahal apabila Pilkades ini diundur. Yang terpenting sekarang Pilkades terlaksana dengan aman dan lancar," ucap Herdiat.