Sumbang Saran Eko Sriyanto Galgendu Untuk Joko Widodo Tentang Covid-19 ,.. -->

Berita Utama

Breaking news

News
Loading...

Sumbang Saran Eko Sriyanto Galgendu Untuk Joko Widodo Tentang Covid-19 ,..

Thursday, 26 August 2021

Jacob Ereste :


Sumbang Saran Eko Sriyanto Galgendu Untuk Joko Widodo Tentang Covid-19 & Tridharma Mangkunegara I Sudah Diberikan Pada Tahun 2020.


Jakarta - Memanah jiwa Jokowi dalam Kepemimpinan Mengkunegara I, kata Eko Sriyanto Galgendu telah dia sampaikan pada Presiden Joko Widodo pada April 2020. Intinya, papar Ketua Umum GMRI ini,  adalah ikhwal dari tujuan, harapan dan kekuatan hati serta jiwa Jokowi harus didasari oleh kekuatan kepemimpinan dari sosok Mangkunegara I dalam bentuk perilaku serta tanggung jawab memimpin negara yang sedang ada digenggamannya.


Nilai-nilai kepemipinan Mangkunegara I berawal dari Raden Mas Said yang dijuluki Bangsa Belanda ketika itu sebagai Pangeran Samber Nyawa, karena gigih dan tangguh bergrilya melawan kezaliman bangsa Belanda sebagai penjajah.


Pangeran Samber Nyawa yang resmi bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Aryo Adipati (KGPAA) Mangkunegara l, menetapkan ajaran Tridharma (Dasar Nasionalisme di Indonesia) untuk mewujudkan (1) rasa handar beni (memiliki), (2) rasa hangrukepi (kewajiban menjaga) dan (3) mulat sarira hangrasawani (berani untuk introspeksi diri), hingga pedoman dari Tridharma itu menjadi dasar kekuatan utama dari sosok Mangkunegara l berikut kerajaan yang dipimpinnya.


Kondisi dari pemerintahan Presiden Joko Widodo pada masa pandemi Covid-19, kata Eko Sriyanto Galgendu, mengulang saran dan paparannya pada setahun silam itu (Presnews.Id, 28 April 2020), jelas karena Presiden sedang menghadapi tantangan besar. Sehingga beragam kemungkinan yang bakal terjadi diluar proyeksi yang mampu diperkirakan sebelumnya bisa terjadi.


Maka itu, menurut Eko Sriyanto Galgendu yang kuat memiliki insting membaca fenomena alam, Presiden memerlukan kemampuan "linuih" dalam bentuk kekuatan rasa untuk membangun sikap saling memiliki, rasa saling menjaga serta rasa memiliki  keberanian untuk mengkoreksi diri seperti yang terliput dalam prinsip Pangeran Samber Nyawa atau GPAA. Mangkunegara l.


Aktualisasi dari bentuk ajaran Pangeran Samber Nyawa itu--yang disebut konsep Tridharma -- dapat diwujudkan dengan cara memberi bantuan pada masyarakat dan meningkatkan sarana serta prasarana kesehatan hingga saran dan himbauan untuk menghadapi Virus Covid-19 maupun Varian Delta yang ikut menyergap warga masyarakat hingga tak berkutik dan menyerah dengan menutup tempat usaha maupun sumber dari mata pencaharian untuk menghidupi keluarga tidak perlu terjadi seperti sekarang.


Atas dasar idealisme yang diserap oleh Eko Sriyanto Galgendu dari ketangguhan Pangeran Samber Nyawa termasuk dari Susuhunan Paku Buwono XII yang relatif dekat semasa hidupnya Raja Jawa itu dengan dirinya, sebagai pengusaha kuliner, di bilangan ring satu Istana Negara Jakarta, Eko Sriyanto Galgendu mampu bertahan -- tanpa harus mengurangi atau mem-PHK karyawan yang bekerja bersama dalam usaha yang dikelolanya.


Dakam konteks kepemimpinan Joko Widodo yang lemah itu, dia melihat Joko Widodo perlu menegakkan komitmen dirinya dengan orang- orang yang berada pada lingkaran satu Istana atau dirinya,  terutama untuk mereka yang sepatutnya memiliki komitmen yang sama untuk ikut mengimplementasikan Tridharma seperti yang menjadi kunci sukses Pangeran Samber Nyawa menghadapi para penjajah ketika itu. Sementara para penjajah bangsa Indonesia hari ini, kata Eko Sriyanto Galgendu dengan mengutip  peringatan keras dari Bung Karno, Indonesia memang akan menghadapi para penjajah yang dilakukan oleh  bangsa Indonesia sendiri.


Sungguh amat sangat tragis, ujar Eko Sriyanto Galgendu yang mengaku enggan berbicara masalah politik. Karena Ketua Umum GMRI ini memang lebih percaya dan yakin melalui gerakan kebangkitan kesadaran spiritual bangsa Indonesia mampu menjawab dan menghadapi tantangan jaman. Sebab masalah bangsa dan negara Indonesia sekarang terletak pada kebobrokan moral, etika serta mental yang rusak parah. Sehingga tidak memiliki sikap dan sifat dari apa yang dimaksudkan dari akhlakkul karimah, tandasnya. (rs/*)