Senat Soll merupakan DPO, Desersi dari TNI Hingga Gabung KKBSenat Soll merupakan DPO, Desersi dari TNI Hingga Gabung KKB -->

Berita Utama

Breaking news

News
Loading...

Senat Soll merupakan DPO, Desersi dari TNI Hingga Gabung KKBSenat Soll merupakan DPO, Desersi dari TNI Hingga Gabung KKB

Thursday, 2 September 2021

Foto: Kondisi Senat Soll saat tiba di Rumah Sakit Bhayangkara.


Desersi dari TNI Hingga Gabung KKB, Kisah Senat Soll Berakhir Pilu.


Jakarta - Perjuangan Anias Yalak alias Senat Soll, Mantan anggota TNI yang bergabung dengan KKB wilayah Yahukimo akhirnya terhenti, setelah dua butir timah panas bersarang di kaki kanan dan kirinya.


Senat di tembak aparat karena menyerang saat hendak diamankan di salah satu rumah di jalan Samaru, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Kamis (02/09/21) pagi.


“ Penangkapan Senat Soll ini adalah hasil pengembangan kasus sebelumnya, jadi saat informasi mengarah ke rumah tersebut, aparat gabungan langsung bergerak dan mengamankan Pelaku, karena menyerang  aparat maka dilumpuhkan, “Ungkap Direktur Reskrim Umum Polda Papua, Kombes Pol Faisal Ramadhani, Kamis siang.


Menurut Kombes Faisal, penyergapan di lakukan pagi hari sekitar pukul 06.28 wit oleh tim gabungan dari polres Yahukimo dan Satgas Nemangkawi.


“Setelah kita amankan, lalu kita bawa ke rumah sakit di Dekai untuk dirawat dan rencananya siang ini akan kita evakuasi ke jayapura, “Ujar Faisal.


Kombes Faisal mengaku, Senat Soll merupakan DPO dari empat kasus besar yang terjadi di Yahukimo, selain itu Senat juga terlibat dalam delapan kasus kekerasan lainnya yang menelan korban jiwa dan harta benda.


“Sedikitnya ada 12 kejahatan Senat Soll saat bergabung dengan KKB di Kabupaten Yahukimo, mulai tahun 2018 hingga agustus 2021 “Kata Faisal.


Berikut aksi kekerasan Senat Soll sejak tahun 2018 hingga agustus 2021 :


Tahun 2018 Senat Soll terlibat kasus jual beli amunisi bersama anggota KNPB Yahukimo, Ruben Wakla yang telah masuk Daftar Pencarian Orang Nomor : DPO/86/X/2018/RESKRIM.


Awal Desember 2019, Senat Soll terlibat aksi pembakaran ATM BRI Unit Dekai, Senat Soll juga terlibat dalam aksi pembunuhan Staf KPU Yahukimo Henry Jovinsky di Jembatan Brasa Dekai, 11 Agustus 2020.


Masih di tahun 2019, Senat Soll kembali terlibat kasus pembunuhan terhadap M Sayib seorang warga sipil di Dekai Yahukimo, kemudian pada 26 Agustus 2019 terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap masyarakat bernama Yausan di Jalan Gunung Dekai Yahukimo.


Pada 18 Mei 2021, Senat Soll juga terlibat kasus pembunuhan terhadap dua anggota TNI di Ujung Bandara Dekai. Selain membunuh anggota TNI, Senat Soll merampas 2 senjata jenis SS2V4.


Mantan anggota TNI tersebut juga terlibat kasus penembakan terhadap pengendara motor di Jalan Longpon, Dekai, pada 21 Juni 2021. Tiga hari berselang Senat Soll kembali melakukan penembakan terhadap truk di Kali Seridala.


Pada hari yang sama, Senat Soll kembali melakukan penembakan di Kampung Bengki, Yahukimo hingga menyebabkan 4 orang meninggal dunia dan satu mengalami luka-luka.


25 Juni 2021, Senat Soll kembali melakukan pembakaran alat berat di Kali Seridala, Tidak ada korban jiwa dalam aksi tersebut, namun tindakan Senat telah membuat warga ketakutan.


Berikut, pada tanggal 9 Juni 2021, Senat Soll melakukan penembakan terhadap anggota Polri di Area Kali  El, Dekai. Aksi ini menyebabkan satu anggota Polri terluka.


Terakhir, Senat Soll terlibat kasus pembunuhan dua karyawan PT Indo Papua di Jembatan Kali Braza Yahukimo pada 22 Agustus 2021.


Walau bukan sebagai pimpinan KKB di wilayah Yahukimo, namun peran Senat Soll diduga sangat kuat, baik sebagai penembak maupun pelatih bagi anggota KKB di Yahukimo.


“Senat Soll merupakan salah satu dari tiga tokoh KKB di Yahukimo. Dua orang lainnya adalah Tenius Gwijangge dan Temianus Magayang,” ungkap Kombes Faisal.


Akibat semua perbuatannya, Senat Soll di jerat dengan pasal berlapis, mulai dari Pasal 1 UU Darurat tahun 1951 Jo Pasal 55 KUHP, hingga pasal 187 KHUP dan pasal 338 KUHP.


“Soal ancaman hukumannya belum bisa kita sampaikan sekarang, karena harus kita jabarkan dulu, kan kasusnya banyak,“Pungkas Kombes Faisal. (dw/*)