Heboh air suangai Cisadane berubah merah darah, apa penyebabnya? -->

Breaking news

News
Loading...

Heboh air suangai Cisadane berubah merah darah, apa penyebabnya?

Sunday, 3 October 2021

Dok. istimewa


Perubahan warna air Sungai Cisadane kemungkinan besar disebabkan oleh pembuangan limbah bekas pengolahan sampah plastik.


Tangerang Selatan - Baru-baru ini publik dikejutkan oleh penampakan air Sungai Cisadane, tepatnya di kawasan Kavling Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, yang berubah warna menjadi merah darah.


Menanggapi fenomena tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan pun langsung turun ke lokasi kejadian.


Kabid Penegakan Hukum Perundang-undangan Satpol PP Kota Tangerang Selatan Sapta Mulyana mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan sementara.


Hasilnya, perubahan warna air Sungai Cisadane kemungkinan besar disebabkan oleh pembuangan limbah bekas pengolahan sampah plastik.


"Ya, kalau dari segi kesalahan, (limbah) yang dibuang itu ada kandungan zat kimia yang membahayakan," jelas Sapta, Sabtu (2/10/2021) dikutip dari Tribunnews.com.


Meski begitu, lanjut Sapta, pihaknya masih perlu melakukan sejumlah pengecekan lagi terkait limbah apa yang dibuang oleh tempat pengolahan sampah plastik tersebut.


Sehingga, sebelum hasil uji laboratorium menyatakan bahwa limbah tersebut membahayakan ekosistem Sungai Cisadane, penindakan pun belum bisa dilakukan.


"Jadi, kami belum ada penindakan karena saat ke sana (Sungai Cisadane), mereka (pihak pengolahan sampah plastik) sedang membongkar plastik yang kecil. Nanti kamu tunggu evaluasi dari tim yang turun ke lapangan," ujarnya.


Sebelumnya, sebuah video pendek membuat heboh jagad media sosial Tanah Air karena menunjukkan warna air Sungai Cisadane yang berubah menjadi merah darah di kawasan Kavling Serpong, Kota Tangerang Selatan.


Warta Kota melaporkan, salah seorang warga sekitar yang bernama Danu (38) membenarkan adanya kegiatan pembuangan limbah cair dari tempat pengolahan sampah plastik ke aliran Sungai Cisadane.


Menurut pengakuan Danu, limbah cair tersebut kerap kerap kali berbuih dan mengeluarkan bau kimia yang menyengat.


"Limbah itu kayaknya bukan limbah biasa, seperti dicampur bahan kimia juga. Kalau warnanya apa saja? Ya, kadang putih, hitam, kadang merah," ungkap Danu.


"Jika lagi bau, aromanya sangat menyengat. Baunya seperti bahan kimia gitu. Namanya juga limbah," sambungnya. (dw/ana)