Setelah ada permintaan Menteri PUPR, Pemkot Batu sosialisasikan rencana relokasi -->

Breaking news

News
Loading...

Setelah ada permintaan Menteri PUPR, Pemkot Batu sosialisasikan rencana relokasi

Thursday, 11 November 2021

Lokasi relokasi bakal disiapkan dengan memanfaatkan tanah kas desa, dok. istimewa (11/11/2021).


Batu - Pemkot Batu mulai mensosialisasikan rencana relokasi bagi warga terdampak banjir bandang. Langkah ini dilakukan setelah Kementerian PUPR meminta adanya relokasi mengantisipasi banjir susulan.


Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyatakan, lokasi relokasi bakal disiapkan dengan memanfaatkan tanah kas desa. Keberadaannya di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.


"Rencananya menggunakan tanah kas desa itu bisa dipakai untuk relokasi. Regulasi dan sebagainya akan kami siapkan," kata Dewanti usai mendampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau lokasi banjir bandang di Dusun Sambong, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kamis (11/11).


Dewanti menyebut, ada delapan rumah warga Desa Bulukerto yang hanyut terbawa banjir bandang pada Kamis (4/11). "Pak Menteri tadi meminta agar warga yang tinggal dekat sungai juga direlokasi. Nanti akan didata oleh desa dan lokasi relokasi masih di Desa Bulukerto," imbuhnya.


Bersamaan dengan pendataan, lanjut Dewanti, sosialisasi terkait rencana relokasi akan disampaikan kepada warga terdampak. Harapannya, warga menyetujui untuk mengantisipasi adanya banjir bandang susulan.


"Sosialisasi akan menggandeng kecamatan, Pemdes dan sejumlah tokoh desa. Agar warga yang direlokasi mengerti, paham dan sadar untuk direlokasi. Hari ini kami rapatkan," imbuhnya.


Sugiono (48), salah satu warga terdampak banjir bandang tak menyetujui adanya rencana relokasi. Meskipun, tempat tinggalnya di Dusun Gintung, Desa Bulukerto hanyut terbawa banjir bandang.


"Ini rumah saya pemberian Mbah malahan. Sudah lama tinggal di sini ya kalau bisa tidak direlokasi," katanya saat ditemui terpisah.


Sugiono justru berharap segera ada bantuan dari pemerintah untuk membangun kembali rumahnya. "Sekarang lebih dibutuhkan bahan atau material bangunan, agar bisa membangun rumah saya kembali," ujar bapak satu anak ini.


BPBD Kota Batu mencatat, ada 154 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir bandang. Sebanyak 51 rumah rusak, 15 di antaranya mengalami rusak berat. (rs/*)